Warnet gadisnet

Warnet gadisnet
loading...
loading...

Cerpen Pribadi Hari ulang tahun ku yang menyedihkan



“Huuahh..” sambil menguap aku bangkit dari ranjangku. Bunyi jam beker membangunkan aku dari mimpi semalam. “Huh, sial sekali..” pikirku dalam hati.
Perkenalkan namaku FANGKY ANDRESFAN, panggil saja aku Fangky. Aku adalah siswa kelas 10 di salah satu SMA Negeri 1 SITIUNG.
“khey, ayo bangun!” suara mama membangunkan aku dari lamunan
“Iya, ma. Aku udah bangun kok..” jawabku sambil berlari menuruni tangga
“Tidurmu nyenyak kemarin?”

“Ya sudah cepat mandi sana!” perintah mama
Aku pun bergegas masuk ke kamar mandi. Setelah mandi aku menyusul mama dan adek dan kakakku di meja makan, memang hanya itu keluarga yang kumiliki,.. Terlihat dari raut wajah adekku yang sudah mulai bosan.. Hihihi..
“Luama banget sii?” tanya kakak dengan nada kesal
“Hehe, maaf deh..” jawabku sambil tertawa kecil
Lalu aku menarik kursi dan segera makan,
“Ma, kalau udah gede nanti aku pengen jadi pilot..” kataku
“Hah, pilot? Pilot pesawat kertas? Haha..” sahut adek menertawaiku. Emang dia tuh agak usil
“Ihh, bukan kayak gitu. Pilot yang kayak di Garuda Indonesia tuh.. Wekk”
“Sudah, sudah.. yang penting kamu belajar dulu yang pinter, biar bisa jadi pilot” mama menyahut.
Eh, aku udah cerita tentangadekku belum? Belum kan, yah? Aku cerita sekarang aja deh..
Aku punya adek nih, namanya FADILLAH.. Halah panjang, panggil aja FADILLAH.Singkat kata singkat cerita nih ye, dia sekarang mau lulus SD mungkin adekku itu dia kepengen skolah di smpn 1 sitiung,i.Dan kakak sepupuku yang bernama Fay,dia skolah di sma 1 pulau punjung skarang dia tinggal di rumah ku,itu lah tentang kelurga ku.
Setelah makan aku dan adek segera berangkat ke sekolah. Karena sekolahku sama dia searah, jadilah aku bareng sama dia.. Aku dan dia pamitan sama mama.
Sesampainya di depan sekolahku…
“Ngapain sih kamu? Cepetan turun..”
“… eh, adek  jelek tuh.. hahaha” kataku meledek
“Usil lu… Dasar” aku segera berlari turun dari motor
Ini hari senin, aku bersiap-siap ke lapangan untuk mengikuti upacara bendera. Tapi… aku tidak melihat kehadiran RENDI, sahabatku. Dia ini memang biasanya berangkat siang, gak tau deh kenapa..http://warnetgadis.blogspot.com/
“Haii, Khey..”
Suara itu mengaketkanku dari belakang, “Ehh, ya ampun RENDI.. aku kaget tau..”
“Hehehe.. Maaf” sahutnya meringis
“Ya udah, ayo ke lapangan!” ajakku
Saat upacara berlangsung tiba-tiba kepalaku terasa pening, lalu penglihatanku menjadi buram dan semua menjadi gelap. Ketika terbangun ternyata aku telah berada di UKS.
“khey, kamu gak papa kan?” tanya seorang petugas PMR
“Gak papa kok!” sahutku pelan
“Tapi kamu mimisan, Khey..”
“Haa? Serius kamu?” tanyaku keheranan
“Iya.. udah kamu istirahat disini dulu aja ya? Mama kamu bentar lagi jemput kamu kok..” aku hanya mengangguk.
Tak lama kemudian mama datang menjemputku. Dan aku segera pulang ke rumah dibantu oleh mama dan petugas PMR. Sesampainya di rumah aku dibantu memasuki kamar. Lalu mama menanyaiku,
“Sayang, kamu gak papa? Ada yang sakit? Sini mama pijit..”
“Gak papa kok, ma.. Gausah !”
“Nanti kita ke dokter ya?”
“Gak usah, aku baik-baik aja..”
“Tapi kamu pingsan, mimisan.. Mama juga sering lihat kamu mimisan”
Aku hanya terdiam, ternyata mama mengetahui apa saja yang kualami .. Ya Tuhan.
“Kita ke dokter nanti sore, kamu istirahat dulu sekarang..”
Lalu mama keluar. Sebenarnya aku tak bisa tidur, memikirkan apa aku sakit? Ah, tidak.. Tidak mungkin.
Beberapa saat kemudian aku mendengar suara mobil kakak. Pasti dia sudah pulang. Tak berselang lama, dia memasuki kamarku..
“Eh, kata mama lu pingsan ya?”
“Tau ah, pikir aja sendiri.. Sana keluar, aku mau tidur..” jawabku sambil mengangkat selimut menutupi wajahku
“Oo tidak bisa.. Kakak temenin kamu disini, udah cepet tidur!”
“Terserah lu deh..” aku kesal
Kemudian aku tertidur ditemani kakakku. Setelah lama aku tidur, kakak membangunkan aku. Dia menyuruhku segera mandi karena kita akan berangkat ke dokter.
Sesampainya di rumah sakit, aku segera diperiksa oleh dokter.. Setelah sekian lama menunggu hasil tes, akhirnya hasil tes itu keluar. Kemudian mama masuk ke ruangan dokter, sedangkan aku di luar bersama kakak.
“Gimana dokter hasilnya?”
“Menurut hasil tes ini, ternyata Khey positif mengidap Anorexia tingkat akut”
“Anorexia? Apa itu, dokter?” mama sedikit panic
“Penyakit berbahaya dan mematikan yang menyerang lambung, penyakit ini tergolong aneh karena tidak hanya menyerang lambung tetapi bisa juga merusak kondisi psikis penderitanya. Seperti depresi, kecemasan, perasaan tidak berguna, dan lain-lain”
“Mematikan?”
“Iya, satu-satunya jalan yang bisa kita tempuh adalah dengan menjalani kemotherapy. Jadwalnya bisa kita atur bersama nanti. Tapi lebih cepat lebih baik”
“Baik dok, saya permisi keluar”
Mama keluar dari ruangan dokter. Ada yang aneh darinya, wajahnya keliatan sangat lesu. Lalu aku menanyainya.
“Gimana, ma? Aku gak papa kan?”
Tapi mama tidak menjawab. Ia hanya tersenyum dan mengajak kami pulang.
Setelah sampai di rumah, mama mengajak aku dan kakak mengobrol di ruang tamu. Wajah mama terlihat sangat sedih..
“Khey, maafin mama.. Mama harus jujur sama kamu.”
“Jujur tentang apa ya, ma?” tanyaku penasaran
“Sebenarnya kamu mengidap anorexia akut Rhey.. Maaf Rhey mungkin ini terlalu menyakitkan buat kamu, tapi mama harus jujur”
“Anorexia, ma?” aku tercengang
“Iya sayang..”
Aku tidak bisa berkata apapun, aku hanya menitihkan air mata.. Lalu aku berdiri ingin masuk ke
kamarku, namun mama memegang tanganku.
“Dengerin mama dulu, Khey!”
“Mama gak perlu jelasin, aku udah tau tentang penyakit itu” jawabku, kemudian aku berlari ke kamar. Air mata menetes deras di pipiku. Aku tau kakak mengejarku.
Segera kukunci pintu kamarku dan menangis di dalam..
“Buka pintunya, khey!” ucap kakak. Aku tidak menyahut
“khey, dengerin kakak.. Buka pintunya!”
“kakak pergi aja aku pengen sendiri..” jawabku dari dalam kamar
“khey…”
“Aku bilang pergi!” teriakku memotong kata-kata adek.
Mungkin dia sudah pergi. Aku menangis sekencang-kencangnya di dalam kamar..
Aku tidak keluar dari kamar selama 3 hari, sampai pada suatu ketika tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk kamarku..
“Adek ini kakak, ayo makan dulu! Udah hampir 3 hari loh kamu ga makan.. Nanti kamu sakit”
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutku. Aku hanya merenung
“khey. Kamu dengerin kakak gak sih?” aku tetap tidak menjawab. Mungkin hal ini membuat kakak
cemas..
“Kakak mohon buka pintunya sekarang! Kamu gak sayang sama kakak ya? Kalau kamu sayang sama kakak buka pintu sekarang. Tapi kalau kamu gak buka pintu kakak akan pergi jauh-jauh dari kamu selamanya..” perkataan kakak ini membuat aku kaget.
Perlahan kubuka pintu.. kakak tersenyum.
“Kakak boleh masuk kan?” aku hanya mengangguk. Kemudian kami masuk.
“Ayo makan dulu! kakak suapin kamu..” lalu aku makan
“Kamu jangan kayak gini terus dek, khey yang kakak kenal adalah orang yang selalu ceria, selalu
semangat, dan gak pernah sekalipun kakak tau kamu ngeluh..”
“Kenapa harus aku kak?”
“Percayalah sayang, ini yang terbaik dari Tuhan”
“Kenapa harus aku kak? Aku gak mau sakit.. Aku benci sakit, aku benci semua ini.. Aku benci..”
Tiba-tiba aku histeris. Menangis dan berteriak..
“khey, tenang khey.. Ini jalan Tuhan sayang” kakak memelukku, dan ini cukup membuatku tenang
“Aku sayang adek..” bisiknya di telingaku
“khey sayang kak dan adek ..” tiba-tiba aku pingsan
“khey, kamu kenapa khey? Bangun khey..” kakak panik
Beberapa saat kemudian aku terbangun.. pandanganku masih sedikit buram.
“Kakak..” panggilku dengan suara pelan
“Iya sayang.. kamu udah sadar” dia membelaiku lembut
“Aku pingsan ya?”
“Kamu tuh ya, pingsan kok lama banget sih? Jangan bikin kakak takut dong..”
“Ahh..” aku memegangi kepalaku
“Eh dek, kamu kenapa? Apa yang sakit? Maafin kakak, kakak gak bermaksud marahin kamu”
“He’em.. Mama dimana?”
“Masih ke Supermarket. Udah gak usah mikir itu, kamu sekarang istirahat aja..” kata kakak sambil
menebarkan selimut ke tubuhku. Kemudian aku tertidur.
Keesokan harinya aku kembali ke sekolah. Aku gak sabar bertemu dengan rendi, I miss you so much rendi.. Aku menunggunya di depan sekolah, tak lama kemudian rendi datang lalu kami masuk bersama.
“khey, kamu sakit ya? Mama kamu telepon aku, maaf aku gak bisa jenguk” ucap rendi sedih
“Gak papa kok, santai aja lagi.. aku udah baikan..” aku tersenyum, lalu rendi mengikuti
Di sekolah, aku dan rendi kembali belajar bersama, bercanda tawa bersama.. Sepulang sekolah aku diantar oleh rendi karena kakakku terlambat pulang. Aku merindukan masa-masa ini. Sungguh hari yang indah. Sejujurnya aku tak ingin hari ini usai, tapi waktu gak akan pernah berhenti berputar.
Beberapa minggu kemudian aku kembali tidak dapat masuk sekolah karena harus menjalani kemotherapy.. Aku diantar oleh mama dan kakakku. Saat kemo berlangsung aku tak henti-hentinya menjerit dan menangis, dikarenakan oleh rasa sakit yang luar biasa saat jarum-jarum yang banyak itu menusuk kulitku, dan rasa dingin yang menyerang sekujur tubuhku. Selang yang terpasang di hidungku untuk mengalirkan cairan kimia ke tubuhku membuat aku semakin kesakitan. Ditambah saat cairan-caran kimia itu menyatu dalam darahku, aku menangis meminta pengobatan itu segera dihentikan. Aku pun pingsan seketika. Rasa dingin itu terbawa ke dalam tidurku. Sekitar 2 jam kemudian kemo berakhir dan aku terbangun. Kulihat ada mama, kakak, dan Fay ada di sampingku saat aku membuka mata. Terima kasih Tuhan..
Makin hari keadaanku semakin parah. Aku semakin sering pingsan, dan mimisan. Aku juga sering merasakan sakit di sekitar perutku. Apa sebentar lagi aku akan mati? Aku masih ingin di sini, Tuhan.
Tidak! Aku tidak akan menyerah, aku gak akan kalah oleh rasa sakit ini..
Suatu senja, aku duduk di kursi teras belakang sambil menikmati indahnya bunga-bunga disana. Tapi
keindahan itu terganggu karena adanya tingkah usil kakakku.. Uhh sial.
“Haiii, ayo tebak ini siapa?” Katanya sambil menutupi mataku
“Ah ini mah pasti kakak, ngapain sih? Ganggu aja..” jawabku kesal
“Eh kok kamu bisa tau? Kamu ngintip ya?”
“Aku tuh hafal sama suara kakak, udahlah kak.. Jangan ganggu, aku tuh pengen menikmati indahnya
taman ini”
“Iya iya, adekku sayang..” sahutnya sembari melepaskan tangannya dari mataku. Kemudian dia duduk
di sampingku. “Kakak ngapain?” tanyaku
“Nemenin kamu. Emang mau ngapain lagi?” aku tidak menjawab. Suasana menjadi hening sementara.
“Kak, kenapa sakit ini milih aku ya? Kenapa bukan orang lain aja?” ucapku
“Hemm.. Ya udah, kalau gitu kakak aja yang gantiin sakit kamu dek. Kakak mau kok” jawabnya tanpa
pikir panjang, aku yang kaget memandang wajahnya lalu ia tersenyum
“Iya, kakak mau kok.. Biar kamu seneng, kalau kamu seneng kakak juga seneng” kakak meneruskan
“Kak, bukan gitu maksud Rhey.. Maksudnya, kenapa Cuma Rhey yang menderita?” aku mulai
menangis
“Makanya sakit kamu dipindahin ke aku aja. Biar kakak yang menanggung semuanya”
“Enggak, kakak gak boleh sakit..”
“Boleh, apapun akan kakak lakuin buat kamu” ia tersenyum lagi
“Enggak kak..”
“Kakak gak papa kok, kalo misalnya kakak harus gantiin Rhey, kakak harus sakit untuk Rhey, harus
mati untuk Rhey, kakak akan terima dengan senang hati. Apapun akan kakak lakuin supaya Rhey
seneng”
“khey sayang kakak..” Kataku sambil memeluknya
“Iya dek.. Ayo kita masuk, dingin disini. Eh nanti kita jalan-jalan ya?”
“Jalan, kemana?”
“Ya… kemana aja pokonya nanti malem kita seneng-seneng”
“Terserah kakak aja deh”
Malam harinya kakak mengajak aku jalan-jalan. Kami berpamitan pada mama..
“Bagas.. Jaga adikmu dengan baik” pesan mama
“So pasti ma.. Rhey kan adek aku satu-satunya” jawab kakak. Lalu kami berangkat
Di sepanjang jalan aku melihat pemandangan lampu-lampu terang kota Jakarta. Aku sangat menikmati
perjalanan ini.. Kakak memarkir mobil di sekitar alun-alun, dan kami berjalan berkeliling..
Kami membeli jagung bakar dan memakannya bersama di pinggir jalan, kemudian memasuki sebuah
kawasan pertokoan. Disana aku melihat sebuah boneka panda berwarna merah yang lucu dan imuuut
sekali sesuai warna favoritku.
“Kak, boneka itu bagus ya?”
“Emm, lumayan.. Kamu pengen?” tanya kakak, aku hanya mengangguk.
“Ya ya ya, kakak beliin deh. Tapi nanti ya, tunggu dulu.. Soalnya kakak beliin pake uang kakak sendiri..”
“Iya deh..” aku tersenyum
Kami berjalan-jalan lagi, kemudian mampir ke kedai es krim dan menikmati es krim itu sambil terus berjalan.. Disini keusilan kakakku berlanjut, dia mencolekkan eskrimnya ke wajahku. Kemudian dia berlari mendahuluiku. Namun saat aku akan mengejarnya tiba-tiba aku terjatuh, dan aku merasa tak bisa bangkit.
“Ahh..” aku merintih. Kakak berlari kembali ke arahku
“Kamu kenapa dek?”
“Gak papa ko..”
“Ayo bangun!”
“Gak bisa bangun kak..”
“Haa?” kakak kaget.. “Sini kakak gendong!” sahutnya lagi lalu menggendongku sambil berjalan.
Sebenarnya aku ingin menangis melihatnya menggendongku di sepanjang jalan. Tapi aku tak boleh
terlihat menangis lagi di hadapannya.. sesampainya di mobil kakak langsung memasukkan aku ke
dalam mobil, lalu mengecek kondisiku. Dia memijit-mijit kakiku
“Kerasa gak?” tanya kakak. Aku menggeleng
“Masa sih dek? Ya udah, kita pulang sekarang ya..” ajak kakak
Kakak segera menjalankan mobil. Aku merasa sangat bersalah kepada kakak..
“Kak, maafin aku ya? Harusnya hari ini kita seneng-seneng, tapi malah aku ngrepotin kakak”
“Gak papa kok dek..” kakak tersenyum manis padaku, aku tau sebenarnya dia menyimpan rasa sangat sedih dan cemas karena kakiku mati rasa.
Ketika sampai di rumah aku sudah tertidur saat perjalanan, sehingga kakak harus menggendongku lagi masuk ke kamar.. Aku sedikit tersadar saat ia meletakkan aku di tempat tidurku. Dia menutupi tubuhku dengan selimut, kemudian membisikkan sebuah kata di telingaku,
“Kakak menyayangimu dek..” lalu ia menciumku. Aku merasakan kalau ia menangis. Baru kali ini aku tau dia menangis.
Aku terbangun pada pagi hari.. Hari ini aku sekolah sehingga aku harus segera mandi agar tidak tertinggal oleh kakakku.. Hari-hari yang kulewati di sekolah masih sama dengan hari-hari sebelumnya.. Masih ditemani oleh Fay dan ciri khas tawanya..
Hari ini tanggal 24 april, berarti ulang tahunku 3 hari lagi.. Sepulang sekolah, seperti biasa aku ingin bersantai di tempat favoritku, taman belakang rumah.. Hari ini yang aneh dengan taman itu, aku melihat kakak tengah duduk di kursi..
“Kak..” sapaku
“Heii, udah pulang lu? Sini duduk” lalu aku duduk di sampingnya
“Dek, sebentar lagi kan kamu ulang tahun.. Kamu pengen apa?”
“Sebenernya sih khey pengen boneka merah yang kemaren. Tapi kalau gak ada juga gak papa ko.. yang paling khey pengen, khey bisa terus sama-sama kakak di sisa waktu hidup Rhey..”
Kakak terdiam, lalu memelukku.. “Maafin kakak ya dek?”
“Gak papa kok kak.. Kakak kok nangis sih?”
“Ihh kakak gak nangis tau, kakak kan cowok..” jawabnya sambil terus memelukku
Tiba-tiba aku mimisan, tapi aku tidak mengetahuinya aku terlalu menikmati hangat pelukannya.. Kakak yang mengetahui bahwa aku mimisan. karena darahku menetes deras di bajunya..
“Dek kamu kenapa? Kamu mimisan dek.. Ayo kita masuk!” dia langung mengangkat dan menggendongku dengan cepat. “Kakak..” teriakku kaget, secara reflek aku berpegangan pada bahunya
“Aaahh.. Pelan-pelan kak..” suaraku mengecil, sehingga tidak memungkinkan jika kakak mendengarnya. Dia terus berjalan masuk, menggendongku dengan cepat. Kemudian membaringkan aku di kursi. “Kamu tunggu kakak di sini ya, kakak ambil kotak obat dulu..” suara kakak terdengar panik.
Lalu ia berlari ke belakang mengambil kotak obat. Namun saat ia kembali, ia mendapati aku dalam keadaan sudah tak sadarkan diri dan hidungku dipenuhi oleh darah yang terus mengalir. Keadaanku yang seperti ini membuatnya semakin panik, karena mama sedang tidak berada di rumah.
“Adek, adek.. kamu kenapa? bangun Rhey.. Rhey ini kakak, sayang..” kakak berusaha membangunkanku, tetapi tidak ada respon sama sekali dari tubuhku
“Rhey.. Rhey kamu bertahan ya, sayang.. Kita segera ke Rumah Sakit, kita ke Rumah Sakit sekarang” kakak menggendongku masuk ke dalam mobil, dan menjalankannya dengan kecepatan tinggi karena takut sesuatu terjadi padaku jika aku terlambat ditangani. Namun di tengah perjalanan, kami terjebak lampu merah sehingga membuat kakak sangat kesal.
“Ahh. Sial!” teriaknya sampil memukul kemudi. “Tahan sebentar ya dek!” sahutnya lagi
Sesampainya di rumah sakit dia langsung memanggil seorang suster untuk menolongku.. Lalu aku dibawa ke ruang UGD. Setelah diperiksa, ternyata aku mengalami koma.. Lalu kakak segera menelpon mama. Aku tau dia sangat sedih, dia benar-benar menangis saat itu.. Tak lama kemudian mama datang, dan mereka berdua masuk untuk melihat keadaanku.http://warnetgadis.blogspot.com/

3 hari kemudian.. Hari ini tanggal 24 APRIL.
Ya.. aku memang berulang tahun yang ke 15 pada hari ini. Tapi tubuhku tidak mengijinkan aku untuk bangun. Kakak ada di sampingku dan mengatakan..
“Dek, selamat ulang tahun yang ke 15, kakak menyayangimu. khey.. kamu harus bangun, kamu gak boleh tidur terus, kakak kangen sama kamu, kakak pengen ngusilin kamu kayak dulu lagi..” dia menangis, kemudian melanjutkan perkataannya
“Kakak punya hadiah buat kamu. Ini.. Boneka merah sama seperti yang adek minta ke kakak. Boneka yang ada di toko itu udah terjual, jadi kakak keliling muter-muter kota untuk dapetin boneka yang adek minta. Kamu harus bangun khey.. Jangan kecewain kakak” kakak meletakkan boneka itu di sampingku, dia terdiam sesaat..
“kheeeyyy… Kamu denger kakak gak sih? Dengerin kakak Khey.. Banguuunnn kheeeyyy… Banguun” teriak kakak sambil menangis.
Di dalam komaku, aku pun juga ingin menangis. Namun aku tak berdaya melawan rasa sakit ini.. “Khey, jangan tinggalin kakak..” pinta kakak. Ia terus menangis
Beberapa saat kemudian aku mulai membuka mataku perlahan-lahan.. Aku melihat kakak tersenyum saat mataku terbuka. Kakak langsung memanggil mama dan Fay masuk ke dalam.
“Kakak, mama, Fay.. Kalian ada di sini?”
“Kita di sini buat kamu Khey” jawab mama
“Boneka ini? Ini udah tanggal 24 april ya? Berarti Khey tidur 3 hari dong..” kataku
“Iya khey, kami bersyukur kamu udah bangun. Happy birthday, khey..” sahut Fay
“Kakak udah dapetinBAJU seperti yang adek minta. Adek seneng sekarang?” ucap kakak
“Iya kak, khey seneng banget.. khey lebih seneng lagi karena orang-orang yang khey cintai ada di samping khey saat khey mau pergi” kakak terlihat sedikit bingung dengan kata-kataku
“Kak, khey boleh bawa boneka ini pergi kan?”
“Iya khey.. Bawa boneka ini kemanapun kamu pergi, bawa juga rasa sayang kakak dek, dan jangan lupain kakak ya dek?” kakak mulai mengerti dengan apa yang kumaksudkan
“khey sayang kakak, khey sayang mama, khey sayang adek. Rhey sayang semuanya..” hanya itu kata terakhir yang bisa kuucapkan. Kemudian aku memejamkan mata perlahan-lahan, dan hidupku di dunia ini telah berakhir.
                Aku ingin menghirup langit biru dengan seluruh kekuatanku Angin sejuk, dingin dan menyegarkan akan membelai pipiku dengan lembut Awan putih yang bertebaran terpantul di dalam bola mata kristalku Aku telah memimpikan saat menakjubkan ini Aku ingin melompat ke langit biru dengan seluruh kekuatanku Dengan tulus percaya aku akan berguna di suatu tempat

ITU LAH TENTANG CERITA
DI HARI ULANG TAHUNKU..

UNTUK VERSI LENGKAP (TULISAN + GAMBAR + EDIT + RAPI)
SILAHKAN DATANG KE WARNET GADIS.NET
SIMPANG SMPN 1 SITIUNG, DHARMASRAYA
08777-07-33330 / 0853-6527-3605

0 Response to "Cerpen Pribadi Hari ulang tahun ku yang menyedihkan"

Post a Comment