Warnet gadisnet

Warnet gadisnet
loading...
loading...

Makalah Buah Matoa

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah hirobbil’alamin segala puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang mana Allah SWT telah memberikan rahmat dan  hidayahNya kepada kita sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Selanjutnya shalawat beriringan salam tidak lupa kita haturkan kepada junjungan besar nabi Muhammad SAW. senantiasa beristiqomah diatas jalanNya. Dalam makalah ini penulis menjelaskan gambaran umum tentang Matoa dan akan lebih jelas lagi sesuai dengan judul yng telah penulis terima ini.
Makalah ini harus penulis selesaikan karena salah satu syrat untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Guru Pembimbing kami. Dimana dengan makalah tersebut dapat pemahaman tentang Matoa. Dengan pemahaman ini siswa dapat dan mampu menyelaras ilmu di bangku sekolah dengan dilapangan.
Tidak sedikit kendala yang penulis hadapi untuk membuat makalah ini, hal ini disebabkan karena kterbatasan wawasan yang penulis miliki.  Penulis sudah berusaha semaksimal mungkin agar supaya makalah ini menjadi makalah yang baik dan benar.
Oleh karena itu tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang senantiasa telah memberi dukungan kepada penulis dan bantuannya dalam menyelesaikan makalah ini.http://www.warnetgadis.com/
     
 Penulis



DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR................................................................................................       i
DAFTAR ISI..............................................................................................................       ii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................       1
1.1  Latar Belakang Masalah..................................................................................       1
1.2  Rumusan Masalah............................................................................................       1
1.3  Tujuan Penelitian..............................................................................................       2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................       3
2.1 Klasifikasi Tumbuhan Matoa............................................................................       3
2.2 Deskripsi Morfologi dan Anatomi Matoa..........................................................       5
2.3 Reproduksi Buah Matoa..................................................................................       7
2.4 Manfaat Tumbuhan Matoa...............................................................................       8
BAB IIIPENUTUP.....................................................................................................       10
3.1 Kesimpulan.....................................................................................................       10
3.2 Saran..............................................................................................................       11


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
      Buah Matoa merupakan jenis buah atau keluarga dari Sapindaceae (Rambutan) dalam bahasa latinnya disebut Pometia Pinnata . Banyak orang mengenal jenis buah ini berasal dari Papua padahal pohon buah ini banyak dijumpai di daerah lain seperti di Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa.
Matoa masuk jajaran tanaman langka. Memiliki pohon rindang tinggi bisa mencapai 20 meter dengan akar yang kuat, rasa buahnya manis campuran kelengkeng dan durian dan ada yang mengatakan seperti buah rambutan. Sedangkan pohon Matoa termasuk kayu kelas A. dan berkualitas ekspor dan bagus untuk bangunan.
Matoa asli Papua ternyata mempunyai keistimewaan. Tahun 2006 Menteri Pertanian telah melepas Matoa Papua sebagai varietas unggul yaitu yang berasal dari Desa Sere, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Matoa varietas Papua mempunyai keunggulan daging buah tebal dan mudah lepas dari biji, rasa buahnya yang manis seperti campuran antara rasa kelapa muda, durian, klengkeng, rambutan, kulit buah relatih tebal dan keras, dan beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian 0-500 m dpl. Sedangkan rata-rata hasil 200-500 kg/pohon/tahun.
Selain itu, masih banyak manfaaat-manfaat yang terkandung pada tumbuhan matoa. Dalam makalah ini kami akan menjelaskan tentang hal-hal menarik dibalik tumbuhan matoa.

1.2  Rumusan Masalah
Dalam hal ini, kita akan membahas masalah tentang hal-hal yang bersangkutan dengan :
a.       Bagaimana klasifikasi tumbuhan matoa?
b.      Bagaimana ciri-ciri morfologi dan anatomi tumbuhan matoa?
c.       Bagaimana cara berkembangbiak tumbuhan matoa?
d.      Apa saja manfaat yang terkandung dalam tumbuhan matoa?

1.3  Tujuan Penelitian
Dibuatnya makalah ini bertujuan untuk :
a.       Memenuhi tugas salah satu mata pelajaran di sekolah
b.      Menambah wawasan tentang tumbuhan matoa.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Klasifikasi Tumbuhan Matoa
Indonesia dikenal ada 2 jenis Pometia yaitu : Pomettia pinnata dan Pomettia ridley. Yang membedakan dari keduannya yaitu pada Pomettia pinnata tepi daunnya bergigi dan ujung urat daunnya berakhir pada tepi gigi-gigi tersebut. Sedangkan pada Pomettiaridley, tepi daunnya rata, tidak bergigi dan urat-urat daunnya melengkung ke atas tidak sampai ke tepi daun. Pada jenis ini di Indonesia hanya ditemukan di Simeulue, di Aceh ( Sunarno dan H.Sutarno 1997 ). Sedangkan Pomettiapinnata tersebar di seluruh kepualauan Indonesia ( Peta Penyebaran P.pinnata di Indonesia )
Hasil pengamatan morfologi Pomettia pinnata di Kebun Raya Bogor adalah berupa pohon yang tingginya mencapai 50 meter, pada batang bagian bawahnya terdapat akar papan dengan tingginya mencapai 5 meter. Daun berukuran besar dengan tangkai daun panjang hingga 1 meter, berupa dau majemuk, anak daun besirip genap, sebanyak 4 – 13 pasang, bundar sampai bundar memanjang, tepi daun bergerigi. Pada pangkal tangkai daunnya terdapat sepasang daun penumpu. Tulang daunnya menyirip dan menonjol ke bawah. Pada pangkal tangkai daun berbentuk segitiga, membongkol dan cekung. Perbungaannya majemuk, dan mncul pada bagian ujung tangkai daun. Buahnya bulat lonjong  dengan ukuran panjang 1,5 – 5 cm dan diameeter 1 – 3 cm, kulitnya licin, berwarna hijau pada saat muda dan coklat kehitaman pada saat buah masak. Kulit buahnya tipis dan kering, apabila dikelupas maka di dalamnya terdapat aril. Aril tersebut berwarna bening, berair dan manis. Tebal aril berkisar 1 – 7 mm dan kenyal. Biji bulat sampai lonjong, coklat kehitaman sampai hitam, mengkilat dan berdiameter 1 cm.
Berdasarkan pengamatan spesimen herbarium di Herbariium Bogoriense, P. Pinnata ditemukan di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Suawesi, dan Irian Jaya.
Di Sumatera jenis ini pada umumnya tumbuh di tepi-tepi sungai dan daerah endapan atau rawa. Di NAD ditemukan pada ketinggian 40-1700 m dpl ; Sumatera Utara pada 40-110 m dpl ; Riau pada 3-8 m dpl ; Jambi pada 45-700 m dpl ; dan Palembang pada 110 m dpl. Di Jawa jenis ini ditemukan di DKI Jakarta pada ketinggian 93 m dpl ; Jawa Barat pada 10-220 m dpl ; dan Jawa Tengah pada 100 m dpl. Sedangkan di Nusa Tenggara hanya ditemukan di Pulau Sumbawa (G. Batulanteh) pada daerah dengan ketinggian 900-1000 m dpl.
Di Kalimantan jenis ini ditemukan diseluruh pulau ini pada daerah-daerah rawa, pegunungan, tepi sungai atau luapan air sungai. Di Kalimantan Barat jenis ini ditemukan pada daerah dengan ketinggian 20-400 m dpl; di Kalimantan Tengah pada 6-400 m dpl; dan Kalimantan Timur pada 10-200 m dpl. Di Sulawesi jenis ini jyga ditemukan hampir diseluruh pulau ini. Pada tanah-tanah subur berdrainase baik didaerah dengan kelembapan tinggi. Di Sulawesi Utara ditemukan pada ketinggian 20-30 m dpl; Sulawesi Tenggara  pada 430 m dpl; Sulawesi Tengah pada 300 m dpl; Sulawesi Selatan pada 250 m dpl; serta pulau Sangihe dan Talaud pada 70 m dpl. Di Maluku jenis ini juga ditemukan pada tanah-tanah subur berdrainase baikdidaerah dengan kelembapan tinggi. Di pulau Seram ditemukan pada ketinggian 5-700 m dpl; Pulau Morotai pada 40 m dpl; Pulau Buru pada 100 m dpl; Pulau Halmahera pada 50 m dpl; dan Ternate pada 3 m dpl; Pulau Sula pada 35 m dpl; dan Pulau Tanimbar pada 100 m dpl.
Di Irian Jaya ditemukan di dataran rendah pada 0-300 m dpl pada tanah yang ringan, berat, dan berkapur. Manokwari dan sekitarnya pada ketinggian 100-120 m dpl; Fakfak pada 3 m dpl; Timika pada 4 m dpl; Memberamo Hulu pada 200-300 m dpl; serta di Sorong dan Merauke.
Di Papua dikenal 2 (dua) jenis matoa, yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Ciri yang membedakan keduanya adalah terdapat pada tekstur buahnya, Matoa Kelapa dicirikan oleh daging buah yang kenyal dan nglotok seperti rambutan aceh, diameter buah 2,2-2,9 cm dan diameter biji 1,25-1,40 cm. Sedangkan Matoa Papeda dicirikan oleh daging buahnya yang agak lembek dan lengket dengan diamater buah 1,4-2,0 cm. Dilihat dari jenis warna buahnya, baik Matoa Kelapa mapun Matoa Papeda dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu matoa merah, kuning, dan hijau.




Jenis
Parameter Pembeda
Warna Kulit Buah
Daun
Warna Bunga
Matoa Hijau
Hijau
Lebar, tebal, hijau tua
Coklat
Matoa Kuning
Kuning
Memanjang, kurang tebal, hijau muda
Kuning
Matoa Merah
Merah
Agak bulat/oval, tipis, hijau kekuningan
Coklat

Nama Lain Matoa:
Nama Indonesia     : Matoa
Nama Ilmiah           : Pometia Pinnata Ltu
Nama Inggris          : Fijian Longan
Nama Melayu         : Kasai

Klasifikasi:
Kingdom                : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom           : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi            : Spermatophyta (Menghasilkan biji)                                               
Divisi                      : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                     : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas              : Rosidae
Ordo                      : Sapindales
Famili                     : Sapindaceae
Genus                     : Pometia
Spesies                   : Pometia pinnata J.R.& G.Forst 

2.2  Deskripsi Morfologi dan Anatomi Matoa
a.      Morfologi
-          Tergolong pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter rata-rata maksimum 100 cm.
-          Pohon matoa dapat tumbuh tinggi dan memiliki kayu yang cukup keras.
-          Buahnya berbentuk lonjong, ketika muda berwarna hijau dan setelah matang berwarna hijau kemerahan.
-          Buah matoa mempunyai kulit buah relatif tebal dan keras
-          Bentuk buah matoa bulat lonjong seukuran telur puyuh atau mirip buah pinang dengan panjang 1,5-5 cm dan berdiameter 1-3 cm, sedangkan pada kulitnya licin dengan coklat agak kehitaman bila masak  Jika masih muda warnanya kuning kehijauan, ada yang mengatakan hijau-kekuningan. Kulit ari putih bening melekat pada biji seperti rambutan, manis dan aroma harum.
-          Pohon yang tingginya mencapai 50 meter. Pada batang bagian bawahnya terdapat akar papan dengan tinggi mencapai 5 meter. Daun berukuran besar dengan tangkai daun panjang berupa daun majemuk; anak daun bersirip genap sebanyak 4 – 13 pasang
-          Memiliki pohon rindang tinggi bisa mencapai 20 meter dengan akar yang kuat
-          Indonesia dikenal ada 2 jenis Pometia yaitu : Pomettia pinnata dan P.ridley. yang membedakan dari keduannya yaitu pada P.pinnata tepi daunnya bergigi dan ujungnya urat daunnya berakhir pada tepi gigi-gigi tersebut. Sedangkan pada P.ridley , tepi daunnya rata, tidak bergigi dan urat-urat daunnya melengkung ke atas tidak sampai ke tepi daun.
-          Hasil pengamatan morfologi P.pinnata di Kebun Raya Bogor adalah berupa pohon yang tingginya mencapai 50 meter, pada batang bagian bawahnya terdapat akar papan dengan tingginya mencapai 5 meter. Daun berukuran besar dengan tangkai daun panjang hingga 1 meter, berupa dau majemuk, anak daun besirip genap, sebanyak 4 – 13 pasang, bundar sampai bundar memanjang, tepi daun bergerigi. Pada pangkal tangkai daunnya terdapat sepasang daun penumpu. Tulang daunnya menyirip dan menonjol ke bawah. Pada pangkal tangkai daun berbentuk segitiga, membongkol dan cekung. Perbungaannya majemuk, dan mncul pada bagian ujung tangkai daun. Buahnya bulat lonjong  dengan ukuran panjang 1,5 – 5 cm dan diameeter 1 – 3 cm, kulitnya licin, berwarna hijau pada saat muda dan ciklat kehitaman pada saat buah masak. Kulit buahnya tipis dan kering, apabila dikelupas maka di dalamnya terdapat aril. Aril tersebut berwarna bening, berair dan manis. Tebal aril berkisar 1 – 7 mm dan kenyal. Biji bulat sampai lonjong, coklat kehitaman sampai hitam, mengkilat dan berdiameter 1 cm.
-          Berakar tunggang. Batang silindris, tegak, warna putih kotor, permukaan kasar, percabangan simpodial, arah cabang miring hingga datar, bercabang banyak sehingga membentuk pohon yang rindang. Daun majemuk, tersusun berseling, 4 - 12 pasang anak daun, saat muda berwarna merah cerah - setelah dewasa menjadi hijau, bentuk jorong, panjang 30 - 40 cm, lebar 8 - 15 cm, helaian daun tebal dan kaku, ujung meruncing (acuminatus), pangkal tumpul (obtusus), tepi rat, permukaan atas dan bawah halus - berlekuk pada bagian pertulangan. Buah bulat atau lonjong, panjang 5 - 6 cm, buah berwarna hijau kadang merah atau hitam (tergantung varietas), bentuk biji bulat - berwarna cokelat muda, daging buah lembek, berwarna putih kekuningan.

b.      Anatomi
-          Rasa buahnya adalah campuran antara rambutan, durian, dan kelengkeng.
-          Merupakan tumbuhan biji berkeping dua atau dikotil sehingga memiliki kambium.
-          Bentuk tulang daunnya menyirip.

2.3  Reproduksi Buah Matoa
Tumbuhan matoa bereproduksi secara generatif dan dapat diperbanyak menggunakan biji, cangkok, stek maupun sambung. Pada perbanyakan dengan biji sebaiknya terlebih dahulu disemaikan dalam polybag dan jika sudah cukup kuat dapat dilakukan pemindahan ke lapangan/kebun. Jarak tanam yang umum adalah 8 sampai 12 meter. Umumnya berbuah sekali dalam setahun. Berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah 3 atau 4 bulan kemudian. Buah ini merupakan buah musiman yang berbuah pada bulan September – Oktober.

2.4  Manfaat Tumbuhan Matoa
a.      Buah matoa
1.      Sebagai anti oksidan yang bisa menangkal radiasi bebas dan meningkatkan daya tahan tubuh mengandung vitamin C & vitamin E,
2.      Dapat meringankan stress,
3.      Menjadi nutrisi tambahan untuk kulit,
4.      Dapat meminimalisasi serangan kanker dan jantung koroner.

b.      Batang Matoa
1.      Untuk bahan bangunan (yang besar)
2.      Untuk bahan mebel (yang besar)
3.      Untuk kayu bakar
4.      Untuk pengembangan

c.       Daun Matoa
1.      Untuk menghancurkan batu ginjal
2.      Untuk pupuk daun
3.      Untuk menghancurkan batu empedu
4.      Untuk menyembuhkan sakit gula
5.      Untuk menyembuhkan darah tinggi
6.      Untuk menyembuhkan darah rendah
7.      Membuat lebih awet muda
                                                      

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Matoa merupakan tumbuhan langka asli Irian Jaya yang penyebarannya telah sampai ke seluruh Indonesia. Selain rasa buahnya yang enak, ternyata banyak sekali manfaat yang terkandung pada satu pohon matoa. Buah, batang, dan daunnya memiliki khasiat unik yang berbeda-beda.

3.2  Saran
Meski tumbuhan matoa memiliki manfaat yang banyak, namun kita juga tidak boleh mengeksplotasi secara besar-besaran dan berlebihan. Perlu diingat, tumbuhan matoa adalah tumbuhan langka yang perlu dijaga kelestariannya. Sehingga selain mengambil manfaatnya kita juga perlu ikut serta dalam pembudidayaan dan pelestariannya agar tumbuhan ini nantinya tidak punah dan dapat terus dipelajari dan diambil manfaatnya oleh generasi-generasi yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA



UNTUK VERSI LENGKAP (TULISAN + GAMBAR + EDIT + RAPI)
SILAHKAN DATANG KE WARNET GADIS.NET
SIMPANG SMPN 1 SITIUNG, DHARMASRAYA
08777-07-33330 / 0853-6527-3605 

0 Response to "Makalah Buah Matoa"

Post a Comment