Warnet gadisnet

Warnet gadisnet
loading...
loading...

Teori Pembentukan Alam Semesta, Galaksi, Tata Surya, Planet, Rotasi dan Revolusi Bumi, Gerhana, Patahan dan Lipatan, Apungan Benua Lengkap

Teori Pembentukan Alam Semesta 
Asal usul alam semesta sudah lama diperbincangkan. Banyak teori bermunculan dari hasil pemikiran serta riset beberapa pakar yang coba membuka misteri besar ini. Tetapi sampai saat ini, lantaran terbatasnya daya serta akal manusia, teori-teori itu hanya hanya jadi teori belaka, lantaran kebenaran yang tentu cuma datang dari tuhan. Meski demikian, tak ada kelirunya untuk kita menilik teori asal usul alam semesta yang dirangkum seperti berikut : 

1. Teori kondisi tetaplah (Steady-state theory) 

Teori kondisi tetaplah dilandasi pada prinsip kosmologi prima. Teori ini menyebutkan kalau alam semesta ada tanpa ada awal serta tetaplah ada tanpa ada akhir. Hal itu dilandasi oleh fakta kalau tiap-tiap galaksi mempunyai jumlah yang tetaplah sama walau ada pada kurun saat yang tidak sama. Dalam teori ini tak di kenal arti penciptaan maupun kiamat. Alam semesta ada serta bakal tetaplah ada. 
Teori asal usul alam semesta ini sebenarnya adalah teori yang paling jadul. Serta dikemukakan ketika tehnologi belum mutakhir seperti saat ini. Saat ini, teori kondisi tetaplah telah tak akan dipercayai oleh umumnya orang terkecuali mereka yg tidak beragama (atheis). 

2. Teori dentuman besar (big-bang theory) 

Hipotesis teori dentuman besar (Big-Bang) dikemukakan pertama kalinya oleh George Lematitre. Teori ini mengatakan kalau asal usul alam semesta diawali dari satu primeval atom atau atom yang begitu padat. Satu waktu lantaran sangat padat serta mempunyai daya kalor yang tinggi, atom ini meledak sampai semuanya materinya terlempar ke semua penjuru ruangan hampa yang ada di sekelilingnya. 
Mulai sejak ledakan itu, semuanya partikel ledakan atom itu (planet, asteroid, meteorid, dan lain-lain.) berekspansi sampai beberapa ribu juta th.. Dari ekspansi itu timbulah dua style yang sama-sama berlawanan yakni style gravitasi serta style repulsi kosmis. Teori ini mengatakan kalau satu saat, ekspansi itu pastinya akan berhenti. Bermakna pada umumnya teori ini berlawanan dengan teori kondisi tetaplah lantaran mengetahui penciptaan serta kiamat. 

3. Teori Nebular 

Hipotesis teori nebular dikemukakan pertama kalinya oleh Laplace pada th. 1796. Teori ini mengatakan kalau tata surya terbentuk dari kondensasi awan atau kabut gas yang begitu panas. Kondensasi itu membuat bebrapa sisi terpisah yang selalu berputar. Di bagian tengah kondensat, partikel memusat serta memampat hingga terbentukklah matahari. Pada partikel yang ada di segi juga berputar serta membuat planet-planet serta bekas kondensat membuat satelit, asteroid, meteor, serta lain sebagainya. 

4. Teori Tidal atau Teori Gunakan Surut 

Hipotesis teori nebular dikemukakan pertama kalinya oleh James Jeans serta Harold Jeffreys di th. 1919. Teori ini mengatakan kalau planet adalah hasil dari percikan bintang (matahari) yang dimaksud tidal. Planet-planet besar berlangsung lantaran ada percikan besar pada 2 bintang besar yang sama-sama berdekatan. Momen mendekatnya 2 bintang besar pasti begitu tidak sering sekali berlangsung, oleh karenanya sampai kini percikan matahari tak dapat membuat planet. 

5. Teori Bintang Kembar 

Teori bintang kembar mengatakan kalau alam semesta terbentuk lantaran ada dua matahari kembar. Satu diantara matahari itu meledak lantaran sangat padat serta panas. Ledakan itu membuat planet-planet serta lantaran ada style gravitasi, planet-planet itu mengedar melingkari bintangnya. 

6. Teori Creatio Continua 

Hipotesis teori creatio continua dikemukakan pertama kalinya Fred Hoyle, Bendi, serta Gold. Menurut teori ini semesta dari dulu ada serta tetaplah ada. Pada prinsipnya, teori ceatio continua nyaris serupa dengan teori kondisi tetaplah. Bedanya, pada teori ini dijelaskan kalau setiap waktu ada partikel alam semesta (baik berupa planet, satelit, serta lain sebagainya) yang lenyap serta lahir. 

Pengertian Galaksi 
Galaksi yaitu kumpulan bintang yang membuat satu system, terdiri atas satu atau lebih benda angkasa yang memiliki ukuran besar serta dikelilingi oleh benda-benda angkasa yang lain sebagai anggotanya yang bergerak mengelilinginya dengan teratur. 
Didalam pengetahuan astronomi, galaksi disimpulkan sebagai satu system yang terdiri atas bintang-bintang, gas, serta debu yang sangat luas, dimana anggotanya mempunyai style tarik menarik (gravitasi). Satu galaksi biasanya terdiri atas miliaran bintang yang mempunyai ukuran, warna, serta ciri-ciriistik yang begitu beragam macam. 
System tata surya kita ada pada suatu galaksi yang diberi nama Galaksi Bima Sakti (The Milky Way). Matahari dalam system tata surya kita yaitu satu dari 200 miliar buah bintang anggota Bimasakti. Bintang-bintang anggota Bimasakti ini menyebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang lain sekitar 4 hingga 10 th. sinar. Makin ke arah pusat galaksi, jarak antarbintang makin dekat atau mungkin dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah pusat makin besar. 

Ciri ciri Galaksi 
Galaksi memiliki tanda-tanda seperti berikut : 
1. Sumber sinar datang dari galaksi tersebut serta bukanlah adalah sinar pantulan ; 
2. Antara galaksi satu dengan yang lain memiliki jarak jutaan th. sinar ; 
3. Galaksi-galaksi yang lain bisa tampak ada diluar Galaksi Bimasakti ; 
4. Galaksi miliki bentukan spesifik, umpamanya : bentuk spiral, bentuk elips, serta bentuk tak teratur. 

Bentuk bentuk Galaksi 
1. Elips 
Penampakan galaksi ini tampak seperti elips. Galaksi yang termasuk juga dalam type elips ini dari mulai galaksi yang berupa bundar hingga galaksi yang berupa bola pepat. Susunan galaksi type ini tak tampak dengan terang. Galaksi elips amat sedikit memiliki kandungan materi antar-bintang serta anggotanya yaitu bintang-bintang tua. Contoh galaksi type ini yaitu galaksi M87, yakni galaksi elips raksasa yang ada di Rasi Virgo. 
2. Spiral 
Bagian-bagian paling utama galaksi spiral yaitu halo, bagian galaksi (termasuk juga lengan spiral) serta bulge (sisi pusat galaksi yang menonjol). Anggota galaksi spiral terdiri atas bintang-bintang tua serta muda. Bintang-bintang tua ada pada kumpulan bintang-bintang yang sejumlah beberapa ratus serta berupa bola (gugus bola). Bintang-bintang muda ada di lengan spiral galaksi yang ada di bagian galaksi. Galaksi spiral berotasi dengan cepat hingga bikin galaksi ini memipih serta membuat bagian galaksi. Contoh dari galaksi type ini yaitu galaksi Andromeda serta galaksi Bimasakti. Di galaksi Bimasakti berikut Bumi sebagai sisi dari system Tata Surya ada. 
3. Tidak Beraturan 
Galaksi ini tak mempunyai bentuk spesial. Anggota dari galaksi type ini terdiri atas bintang-bintang tua serta muda. Contoh dari galaksi type ini yaitu Awan Magellan Besar serta Awan Magellan Kecil, dua buah galaksi tetangga paling dekat Bimasakti, yang cuma berjarak sekitaran 180. 000 th. sinar dari Bimasakti. Galaksi tidak teratur ini banyak terkandung materi antar-bintang yang terdiri atas gas serta debu-debu. 

Teori pembentukan Tata Surya 
Teori Nebule atau teori kabut, yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1749-1827) serta Piere Simon de Laplace (1796) 

Teori kabut pertama kalinya dikemukakan oleh Immanuel Kant (1749 - 1827) seseorang pakar filsafatvdari jermanyang menerangkan hipotesis terbentuknya tata surya, yakni di jagad raya ada gumpalan kabut yang berputar perlahan, lalu sisi tengah kabut lama kelamaan beralih jadi gumpalan gas yang lalu jadi matahari tengah sisi kabut sekitarnya jadi planet-planet serta satelitnya. Pada saat yang berbarengan, Pieree Simon de Laplace (1796) seseorang pakar astronomi dari Perancis menemukaan teoori pembentukan tata surya yang nyaris sama juga dengan Immanuel Kant, yang dinamakan nebula hypothesis. 
Perputaran menyebabkan style sentripugal yang menarik kearah luar, tengah style berat condong menarik gas-gas kedalam kea rah matahari. Akibat ke-2 style yang berlawanan ini perlahan jadikan awan gas yang berkeliling serta membuat awan gas berupa datar, membuat piringan gas yang berputar di sekitaran matahari yang dimaksud Nebula Planetaria. 

Teori Planetesimal, Thomas C. Chamberlin (1843-1928) seseorang pakar geologi serta Forest R. Moulton (1872-1952) seseorang astronom. 

Thomas C. Chamberlin (1843 – 1928) seseorang pakar geologi serta Forest R. Moulton (1872 – 1952) seseorang pakar astronomi yang keduanya dari Amerika mengemukakan teori planetasemal (bermakna planet kecil), yang menyebutkan kalau matahari sebenarnya sudah ada sebagai satu diantara bintang yang ada di alam semesta. Disuatu saat, ada satu bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang tidaklah terlalu jauh, hingga dipengaruhi oleh tarikan gravitasi bintang yang melalui serta beberapa massa matahari tertarik kearah bintang dan terhambur ke ruangan angkasa sebagai massa yang dingin jadi planet-planet kecil yang mengedar pada orbitnya. 

Teori Gunakan Surut, Sir James Jeans (1877-1946) serta Harold Jeffreys (1891) , teori ini nyaris sama juga dengan teori Planetesimal. 

Sir James Jeans (1877 – 1946) serta Harold Jeffrey (1891) keduanya ilmuwan dari Inggris menyebutkan teori gunakan surut gas, yakni ada satu bintang yang besarnya nyaris sama juga dengan matahari melintas mendekati matahari, hingga menyebabkan terjadinya gunakan gas (terlepasnya beberapa massa matahari berupa seperti cerutu) lantaran daya tarik bintang yang melintas serta massa itu bergerak melingkari matahari. Dalam sistem melingkari matahari massa itu alami perpecahan jadi butiran besar serta kecil. Butiran besar bisa menarik butiran kecil serta berhimpun membuat gumpalan gas di sekitaran matahari. Gumpalan berikut sebagai planet-planet sebagai anggota tata surya. 

Teori Awan Debu, dikemukakan oleh Carl von Weizsaeker (1940) lalu disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950). 

Teori awan debu atau foto planet di kemukakaan oleh astronom Jerman Carl Von Weizsaecker (1940) serta disempurnakan astronom yang lain yakni Gerald P. Kuiper (1950), yang dinyatakan kalau tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas serta debu. Basic pemikirannya yaitu banyak didapati gumpalan awan seperti yang bertebaran di alam semesta. Lebih 5 milyar th. lantas, satu diantara gumpalan awan alami pemampatan, hingga partikel-partikel debu tertarik kebagian pusat awan membuat gumpalan bola serta berpilin. Gumpalan gas lama kelamaan memipih mirip cakram yang tidak tipis dibagian tengah serta menipis di bagian tepinya. Sisi tengah cakram gas berpilin lebih lambat dari sisi tepinya, serta partikel-partikel sisi tengah cakram sama-sama menghimpit hingga menyebabkan panas serta berpijar jadi protosun (bahan matahari) yang pada akhirnya jadi matahari. Sisi pinggir berotasi amat cepat, hingga terpecah-pecah jadi banyak gumpalan gas serta debu yang lebih kecil. Gumpalan kecil ini (proto planet) berotasi juga, yang pada akhirnya membeku jadi planet-planet serta satelit-satelitnya. 

Teori Bintang Kembar 

Teori bintang kembar memiliki persamaan dengan teori passang surut James – Jeffreys. Mula- mula matahari adalah bintang kembar yang letaknya berdekatan, lalu satu diantara bintang meledak serta pecahannya berputar melingkari bintang satunya yg tidak meledak. Bintang yg tidak meledak jadi matahari, sedang pecahan bintang jadi planet-planet serta satelit. 

Teori Ledakan (Big Bang) , 

Berdasarkan Theory Big Bang, sistem terbentuknya bumi bermula dari beberapa puluh milyar th. waktu lalu. Awal mulanya ada gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dikerjakannya itu sangat mungkin bebrapa sisi kecil serta enteng terlempar ke luar serta sisi besar berkumpul di pusat, membuat cakram raksasa. Satu waktu, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat diluar angkasa yang lalu membuat galaksi serta nebula-nebula. Sepanjang periode waktu kurang lebih 4, 6 milyar th., nebula-nebula itu membeku serta membuat satu galaksi yang dimaksud dengan nama Galaksi Bima Sakti, lalu membuat system tata surya. Disamping itu, sisi enteng yang terlempar ke luar tadi alami kondensasi hingga membuat gumpalan-gumpalan yang mendingin serta memadat. Lalu, gumpalan-gumpalan itu membuat planet-planet, termasuk juga planet kita. Planet BUMI. 
Tapi th. 1948, Gerge Gamov nampak dengan ide lain mengenai Big Bang. Ia menyampaikan kalau sesudah pembentukan alam semesta lewat ledakan raksasa, bekas radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini sebaiknya ada di alam. Diluar itu, radiasi ini sebaiknya menyebar rata di seluruh penjuru alam semesta. Bukti yang ‘seharusnya ada’ ini selanjutnya diketahui. Pada th. 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz serta Robert Wilson temukan gelombang ini tanpa ada berniat. Radiasi ini, yang dimaksud ‘radiasi latar kosmis’, tak tampak memancar dari satu sumber spesifik, walau demikian mencakup keseluruhnya ruangan angkasa. Sekianlah, di ketahui kalau radiasi ini yaitu bekas radiasi peninggalan dari bagian awal momen Big Bang. 
Dalam perubahannya, planet bumi selalu alami sistem dengan cara bertahap sampai terbentuk seperti saat ini. Ada tiga step dalam sistem pembentukan bumi, yakni : 
1 Awalnya, bumi masihlah adalah planet homogen serta belum alami perlapisan atau ketidaksamaan unsur. 
2 Pembentukan perlapisan susunan bumi yang dengan diawali terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat macamnya semakin besar bakal terbenam, sedang yang berat macamnya lebih enteng bakal bergerak ke permukaan. 
3 Bumi terdiri jadi lima susunan, yakni inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, serta kerak bumi. 

Ciri Ciri Planet dalam Tata Surya 
a. Ciri-Ciri Planet Dalam 
Terbentuk dari batu serta logam 
Memiliki permukaan yang padat 
Tidak mempunyai cincin 
Memiliki sedikit satelit 
b. Ciri-Ciri Planet Luar 
Terbentuk dari hidrogen serta helium 
Memiliki cincin serta atmosfer yang tebal 
Mempunyai banyak satelit. 


Klasifikasi Planet 
a. Bumi sebagai pembatas 
1) Planet Inferior, yakni planet yang mempunyai lintasan pada Bumi serta Matahari, yakni Merkurius serta Venus. 
2) Planet Superior yakni, planet yang lintasannya di luar Bumi terdiri atas Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, serta Neptunus. 
b. Planetoid sebagai pembatas 
1) Planet dalam, planet yang diliat letaknya lantaran ada gugusan asteroid pada Mars samapai dengan Yupiter. Jadi planet dalam yaitu Merkurius, Venus, Bumi serta Mars. 
2) Planet luar, planet-planet yang letaknya di luar gugusan asteroid. Jadi Yupiter, Saturnus, Uranus, serta Neptunusmasuk dalam deretan planet luar. 
c. Berdasrakan karakter fisisnya 
1) Planet Terestrial ; yakni planet yang mempunyai karakter " kebumian " baik ukuran, massa, massa type, ataupun komposisi kimianya (mereka semuanya mempunyai permukaan padat) . Misalnya yaitu ; Merkurius, Venus, Bumi serta Mars 
2) Planet Jovian ; yakni planet yg tidak mempunyai karakter " kebumian " , planet-planet ini tersusun atas kumpulan gas. Contoh Planet Jupiter, Saturnus, Uranus serta Neptunus 

Efek Perputaran Bumi 
1. Terjadinya siang serta malam 
2. Terjadinya ketidaksamaan saat di beberapa tempat di muka bumi 
3. Gerak semu harian bintang 
4. Ketidaksamaan percepatan gravitasi di permukaan bumi 

Efek Revolusi Bumi 
Akibat revolusi bumi bakal berlangsung momen : 
1. Ketidaksamaan lama siang serta malam 
2. Gerak semu tahunan matahari 
3. Pergantian musim 
4. Pergantian kenampakan rasi bintang 
5. Kalender masehi 


Proses Terjadinya Gerhana Matahari serta Bulan 
Gerhana Matahari berlangsung waktu posisi bulan ada diantara Bumi serta Matahari hingga tutup beberapa atau semua sinar Matahari. Walau Bulan memiliki ukuran lebih kecil, bayangan Bulan dapat membuat perlindungan sinar Matahari seutuhnya lantaran Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384. 400 km. dari Bumi lebih dekat dibanding Matahari yang memiliki jarak rata-rata 149. 680. 000. 

Dalam Proses gerhana, bakal senantiasa melibatkan dua bayangan yakni umbra serta panumbra. 
Bayang-bayang yang begitu gelap, dimaksud umbra atau bayang-bayang inti. 
Bayang-bayang kabur, dimaksud penumbra atau bayang-bayang semu. 

Gerhana bulan yaitu waktu beberapa atau keseluruhnya penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. 

Gerhana bulan berlangsung lantaran cahaya matahari yang menuju bulan terhambat bumi. Lantaran cahaya matahari menghadap ke bumi, di belakang bumi terbentuklah bayangan, yakni bayangan gelap keseluruhan (umbra) serta bayangan redup (penumbra). 

Teori Apungan benua 
Teori Apungan Benua (Continental Drift) pertama kalinya dikenalkan oleh Alfred Wegener, seseorang pakar meteorologi asal Jerman dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Continents and Oceans” pada th. 1915. Alfred Wegener berasumsi kalau benua-benua yang ada sekarang ini dahulunya menyatu (benua tunggal) yang di kenal sebagai super-kontinen yang bernama Pangaea. Nama Pangaea sendiri datang dari bhs Yunani yang bermakna " semuanya daratan”. 

Susunan dalam Bumi 

Kondisi dalam bumi sampai kini cuma dikemukakan berdasar pada hipotesis-hipotesis. Penyelidikan mengenai isi bumi sesungguhnya cuma mencakup daerah dengan kedalaman tak kian lebih dalamnya terowongan tempat pengeboran atau kedalaman sungai bawah tanah. 

Massa bumi kurang lebih yaitu 5, 98×1024 kg. Kandungan intinya yaitu besi (32, 1%), oksigen (30, 1%), silikon (15, 1%), magnesium (13, 9%), sulfur (2, 9%), nikel (1, 8%), kalsium (1, 5%), and aluminium (1, 4%) ; serta 1, 2% selebihnya terbagi dalam beragam unsur-unsur langka. Lantaran proses pembelahan massa, sisi inti bumi diakui mempunyai kandungan paling utama besi (88, 8%) serta sedikit nikel (5, 8%), sulfur (4, 5%) serta selebihnya kurang dari 1% unsur langka. 10 

Pakar geokimia F. W. Clarke mempertimbangkan kalau sekitaran 47% kerak bumi terbagi dalam oksigen. Batuan-batuan paling umum yang ada di kerak bumi nyaris semua yaitu oksida (oxides) ; klorin, sulfur serta florin yaitu kekecualian serta jumlahnya didalam batuan umumnya kurang dari 1%. Oksida-oksida paling utama yaitu silika, alumina, oksida besi, kapur, magnesia, potas serta soda. Manfaat paling utama silika yaitu sebagai asam, yang membuat silikat. Ini yaitu karakter basic dari beragam mineral batuan beku yang paling umum. Berdasar pada perhitungan dari 1, 672 analisis beragam type batuan, Clarke menyimpulkan kalau 99, 22% batuan terbagi dalam 11 oksida. Konstituen yang lain cuma berlangsung dalam jumlah yang kecil. 
Dengan cara susunan bumi dibagi jadi 3 susunan paling utama, yakni kerak bumi (crush), selimut (mantle), serta inti (core). Susunan bumi seperti itu serupa dengan telur, yakni cangkangnya sebagai kerak, putihnya sebagai selimut, serta kuningnya sebagai inti bumi. 
1. Kerak Bumi (Crush) 
2. Selimut Bumi (Mantle) 
3. Inti Bumi (Core) 

Ketidaksamaan Patahan serta Lipatan 
Lipatan adlh 
adanya desakan horizontal yg berlawanan arah pd satu susunan batuan, yg dpt membuat susunan batuan yg melengkung 
patahan adalah proses pergantian posisi batuan akibat bekerjany tenaga endogen yg menghimpit susunan batuan keras hingga pada susunan batuan satu serta lainy menjd patahan serta terpisah 

Gerakan lempeng 
a. Konvergensi 
Konvergensi, yakni gerakan sama-sama bertumbukan antarlempeng tektonik. Tumbukan antarlempeng tektonik bisa berbentuk tumbukan pada lempeng benua dengan benua atau pada lempeng benua dengan lempeng basic samudera. Zone atau tempat terjadinya tumbukan pada lempeng tektonik benua dengan benua dimaksud Zone Konvergen. Misalnya tumbukan pada lempeng India dengan lempeng Benua Eurasia yang membuahkan terbentuknya pegunungan lipatan muda Himalaya yang disebut pegunungan paling tinggi didunia dengan puncak paling tingginya, yakni Mount Everest. Contoh yang lain, tumbukan lempeng Italia dengan Benua Eropa yang membuahkan terbentuknya Pegunungan Alpen. 

Zone berbentuk jalur tumbukan antarlempeng benua dengan lempeng basic samudera, dimaksud Zone Subduksi atau zone tunjam, misalnya tumbukan pada lempeng benua Amerika dengan lempeng basic Samudera Pasifik yang membuahkan terbentuknya Pegunungan Rocky serta Pegunungan Andes. Fenomana yang dibuatnya : 

1) lempeng samudera menghujam ke bawah lempeng benua ; 
2) terbentuk palung laut ditempat tumbukan itu ; 
3) pembengkakan pinggir lempeng benua yang disebut jejeran pegunungan ; 
4) ada kesibukan vulkanisme, intrusi serta ekstrusi ; 
5) daerah hiposentra gempa dangkal serta dalam ; 
6) penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng ; 
7) timbunan sedimen kombinasi atau melange. 


Gambar 2. 9 Daerah tumbukan dua lempeng 

b. Divergensi 
Divergensi yakni gerakan sama-sama menjauh antarlempeng tektonik misalnya gerakan sama-sama menjauh pada lempeng Afrika dengan Amerika sisi selatan. Zone berbentuk jalur tempat berpisahnya lempeng-lempeng tektonik dimaksud Zone Divergen (zone sebar pisahlah). Fenomena yang berlangsung, seperti berikut : 

1) Perenggangan lempeng yang dibarengi pertumbukan ke-2 tepinya. 
2) Pembentukan tanggul basic samudera (med ocean ridge) di selama tempat perenggangan lempeng-lempeng itu. 
3) Kesibukan vulkanisme laut dalam yang membuahkan lava basa berstruktur bantal (lava bantal) serta hamparan leleran lava encer, dan 
4) Kesibukan gempa. 


Gambar 2. 10 Dua lempeng sama-sama menjauh 

c. Sesar mendatar 
Sesar mendatar (Transform), yakni gerakan sama-sama bergesekan (berlawanan arah) antarlempeng tektonik. Misalnya, gesekan pada lempeng Samudera Pasifik dengan lempeng daratan Amerika Utara yang menyebabkan terbentuknya Sesar San Andreas yang membentang selama lebih kurang 1. 200 km dari San Francisco di utara hingga Los Angeles di selatan Amerika Serikat. Zone berbentuk jalur tempat bergesekan lempeng-lempeng tektonik dimaksud Zone Sesar Mendatar (Zone Transform). Bentukan alam yang dibuat diantaranya patahan atau sesar mendatar. Gerak patahan atau sesar ini bisa menyebabkan gempa bumi. Contoh : Sesar Sam Andreas di California. 

Tenaga endogen yang sudah menyebabkan ada macam bentuk muka bumi, bukan sekedar berlangsung di daratan tetapi juga di basic laut. 


0 Response to "Teori Pembentukan Alam Semesta, Galaksi, Tata Surya, Planet, Rotasi dan Revolusi Bumi, Gerhana, Patahan dan Lipatan, Apungan Benua Lengkap"

Post a Comment