Warnet gadisnet

Warnet gadisnet
loading...
loading...

10 Contoh Legenda Bahasa Inggris dan Terjemahannya Lengkap

10 Legenda bahasa Inggris
10 Cerita Rakyat dan Artinya
10 Narrative Text dan Artinya
10 Dongeng Anak dan Artinya
10 Asal Usul dan Artinya
Lengkap Terjemahan

BATU MENANGIS
Once upon a time, there lived a mother and her daughter in a small village, in Borneo island. The daughter was so beautiful, but she had a very bad behavior. She never helped her mother to work. She just spent her time in front of the mirror to beautify herself and to admire her beauty. While her mother had to work to fulfill their daily needs. She was also a spoiled girl. She always asked everything to her mother. if her mother didn’t fulfill her want, she would cry. This made her mother so sad, but somehow she still loved her daughter. So she always tried to fulfill what her daughter wanted.
One day, the girl forced her mother to buy a new gown for her. At first, her mother refused her request. She told her daughter that she didn’t have enough money. But her daughter threatened her mother, then she fulfilled to but a new gown. Before going to the market together, her daughter reminded her mom,”Let’s go shopping, but I don’t want to walk beside you. You had to walk behind me, I felt embarrassed if people see me”. Even though her mother felt really sad, she obeyed her daughter request, she did not want her daughter feel embarrassed.
The daughter dressed beautifully while her mother wore very simple dress. Even though they were a mother and a daughter, they looked so different. Her mother looked like her servant. In the middle of their way to market, a man greeted them,”Hi cute girl, is she your mother?”. he asked. “How could you think that? Of course she is not my mother, she is my servant”, the daughter replied. Her mother was so sad to hear that. She kept silent though her heart was crying aloud. Along the street everyone passing kept asking the girl about her mother. And the girl always told them that the old woman behind her was her servant.
The mother had stayed patiently along the street. And finally she could not bear it to hear her daughter’s answer. she prayed to the God,”O Lord, punish my ungrateful daughter, please!”, she prayed. Suddenly the girl’s legs turned to be a stone immediately after the mother stopped praying. The change came slowly. Knowing her legs turned to be a stone, the daughter screamed.”What’s happen to my legs?”. Then she realized that she had hurt her mother’s feeling. She cried and begged for absolution to her mother.”Mommy, Forgive me please, mom”. She begged. The daughter kept crying. But it was too late. The whole body eventually became a stone. The mother actually felt so sad to see her daughter. But she could not do anything to the God’s destiny. Even though she had become a stone completely, people can still see her tears. That is the reason why it was called Batu Menangis.


BATU MENANGIS

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang ibu dan putrinya di sebuah desa kecil, di pulau Kalimantan. Putrinya sangat cantik, namun ia memiliki sifat yang sangat buruk. Dia tidak pernah membantu ibunya bekerja. Dia hanya menghabiskan waktunya di depan cermin untuk mempercantik dirinya dan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia juga seorang gadis yang manja. Dia selalu meminta segala sesuatu kepada ibunya. Jika ibunya tidak memenuhi keinginannya, dia akan menangis. Tentu ini membuat sang ibu sangat sedih, tapi biar bagaimana ibunya masih mencintai putrinya. Jadi sang ibu selalu mencoba untuk memenuhi apa yang inginkan putrinya.
Suatu hari, gadis memaksa ibunya untuk membelikan gaun baru untuknya. Pada awalnya, sang ibu menolak permintaannya. sang ibu mengatakan kepada anaknya bahwa ia tidak mempunyai cukup uang. Tapi putrinya mengancam, maka Ibunya memenuhi untuk membeli gaun baru. Sebelum pergi ke pasar bersama-sama, putrinya mengingatkan pada ibunya, “Ayo kita pergi berbelanja bersama. Tetapi aku tidak ingin berjalan di sampingmu. Ibu harus berjalan di belakangku, aku merasa malu jika orang melihatku”. Meskipun ibunya merasa benar-benar sedih, sang ibu tetap memenuhi permintaannya putri, ia tidak menginginkan putri merasa malu.
Putrinya berpakaian sangat cantik sementara ibunya mengenakan gaun yang sangat sederhana. Meskipun mereka adalah ibu dan anak, mereka tampak begitu berbeda. Ibunya lebih tampak seperti pembantunya. Di tengah jalan ke pasar, seorang pria menyapamereka, “gadis cantik, apakah dia ibumu?”. ia bertanya. “Bagaimana bisa Anda berpikir seperti itu? Tentu saja dia bukanlah ibuku, dia adalah pembantuku”, putri itu menjawab. Ibunya sangat sedih mendengarnya. Dia tetap diam meskipun hatinya menangis sangat keras. Sepanjang jalan, semua orang yang melewati terus bertanya kepada putri tersebut tentang ibunya. Dan putrinya selalu memberitahu mereka bahwa wanita tua di belakangnya adalah pembantunya.

Ibu telah bersabar sepanjang jalan. Dan akhirnya sang ibu tidak tahan lagi mendengar jawaban putrinya. Dia berdoa kepada Tuhan, “Ya Tuhan, hukumlah putri saya tidak tahu berterima kasih ini!”, doa sang ibu. Tiba-tiba kaki putrinya itu berubah menjadi batu seketika setelah ibu berhenti berdoa. Perubahan terjadi secara perlahan-lahan. Mengetahui kakinya berubah menjadi batu, putrinya pun berteriak.”Apa yang terjadi pada kakiku? “. Kemudian dia menyadari bahwa dia telah menyakiti perasaan ibunya. Dia menangis dan memohon untuk pengampunan kepada ibunya.”Ibu, ampuni saya, ibu “. Dia memohon. Putrinya terus menangis. Tapi semua itu sudah terlambat. Seluruh tubuh akhirnya menjadi batu. Ibu benar-benar merasa sangat sedih menyaksikan putrinya berubah menjadi batu. Tapi sang ibu tidak bisa melakukan apa-apa lagi atas kehendak Tuhan. Meskipun sang putri telah menjadi batu, orang masih bisa melihat mata airnya mengalir. Itulah alasan mengapa ia disebut Batu Menangis.




The Golden Slug (Keong Mas)
In the ancient time, lived a young man named Galoran. He was respected because of his wealth and honor. His parents were nobleman so he could live with luxury. However, he was very wasteful and every day just squandered the wealth of his parents.

One day, his parents died, but he did not care and continued to spend money as well as before. Because his life was so extravagant, all the treasure that he had was running out and he became an unemployed person. Many people sympathized with him and offered a job. But every time he got the job, he just dallied and it made him always be fired. Several months later, there was a wealthy widow who interested him. He married the widow and of course, he was very happy to be living in luxury again.

The widow had a daughter who was very diligent and clever to weave. Her name is Jambean, a beautiful girl and had been famous because of her weaving. However, Galoran did not like the girl, because the girl often scolded him because of his laziness. Finally, he threatened to torture and kill Jambean. He revealed the plan to his wife and the wife was very sad to hear of the threat.

Hearing the news, Jambean was very sad but she volunteered herself to be killed by her father. She told that she wanted to be dumped into a dam and did not burry under the ground after the death. The mother agreed and did all of her wants. In the dam, her body and head suddenly turned into the golden slugs.

Several years later, there are two widows who were looking for firewood. They were kindred, the first widow named Mbok Sambega Rondo and the second called Mbok Rondo Sembagil. When looking for the firewood in the jungle, they were very surprised because of finding the beautiful golden slugs. They brought it and maintained at home.

Once they brought the snails, there was always a miracle every day. Their kitchen was always filled with the delicious food when they came home from work. They were very surprised, and wanted to know the person who made those foods. They pretended to go to work and hid in the back of the house. A few moments later, there was a beautiful girl came from the inside of the conch and she began to cook the delicious meals.
Both widows then secretly held and did not let the girl to get into the snail anymore. The girl apparently was Jambean who had been killed by her father. Both widows then allowed her to stay with them. Because of their versatility in weaving, she got her famous back and made a handsome prince attracted. In the end, she married the prince and lived happily.



Keong Mas

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda yang bernama Galoran. Ia merupakan salah satu orang yang disegani karena mempunyai kekayaan dan kehormatan. Orang tuanya merupakan bangsawan sehingga ia dapat hidup dengan mewah. Namun, ia merupakan seseorang yang sangat boros dan setiap hari hanya menghambur-hamburkan harta orang tuanya.

Suatu hari, orang tuanya meninggal dunia namun ia tidak peduli dan terus menghabiskan uang seperti sebelumnya. Karena hidupnya begitu boros, maka harta yang ia miliki habis dan ia menjadi seorang pengangguran. Banyak warga yang iba terhadapnya, namun setiap kali ia mendapatkan pekerjaan, ia hanya bermalas-malasan dan membuat ia sering dipecat. Beberapa bulan kemudian, terdapat seorang janda kaya raya yang tertarik dengannya. Ia kemudian menikah dengan janda tersebut. Tentu saja, ia sangat senang karena bisa hidup mewah seperti sebelumnya.

Janda tersebut mempunyai seorang anak perempuan yang sangat rajin dan pandai menenun. Namanya  Jambean, seorang gadis yang tenunannya sangat indah dan terkenal di desa tersebut. Namun, Galoran tidak menyukai gadis tersebut, karena sang gadis selalu menegurnya karena selalu bermalas-malasan. Karena begitu benci dengan Jambean, ia mengancam akan menyiksa dan membunuhnya. Ia mengungkapkan rencana tersebut kepada istrinya dan sang istri sangatlah sedih mendengar ancaman tersebut.

Mendengar berita tersebut, Jambean sangat sedih namun ia merelakan dirinya dibunuh oleh sang ayah. Ia berpesan ketika ia telah meninggal, ia ingin agar mayatnya dibuang ke sebuah bendungan dan jangan dikubur di dalam tanah. Setelah meninggal, sang ibu memenuhi permintaan tersebut dengan membawa mayatnya ke bendungan dan menceburkannya. Di dalam bendungan, tubuh dan kepalanya berubah menjadi udang dan siput atau disebut sebagai keong dalam bahasa jawa.

Beberapa tahun kemudian, dua orang janda sedang mencari kayu bakar. Mereka adalah kakak beradik dengan nama Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembagil. Ketika sedang mencari kayu di hutan, mereka sangat terkejut karena menemukan keong dan siput yang berwarna emas serta sangat indah. Keduanya kemudian membawa keong dan siput tersebut untuk dipelihara di rumah.

Setelah mereka membawa siput tersebut dan menjadikannya sebagai hewan peliharaan, selalu ada keajaiban setiap hari. Dapur mereka selalu dipenuhi makanan lezat ketika mereka pulang dari bekerja. Mereka sangat heran, dan mereka ingin mengetahui siapa orang yang selalu membuat makanan lezat tersebut. Mereka berpura-pura pergi bekerja dan bersembunyi di belakang rumah. Beberapa saat kemudian, muncullah seorang gadis cantik dari dalam keong tersebut dan ia mulai memasak makanan-makanan lezat.

Kedua janda tersebut kemudian secara diam-diam memegang gadis tersebut dan tidak membiarkannya lagi untuk masuk ke dalam keong. Gadis itu ternyata adalah Jambean yang telah dibunuh oleh ayahnya. Kedua janda tersebut kemudian mengizinkan Jambean untuk tinggal bersama mereka. Karena kepandaiannya dalam menenun, ia sangat terkenal dan seorang pangeran tampan tertarik kepadanya. Pada akhirnya, ia menikah dengan pangeran dan hidup bahagia.


The Legend of Malin Kundang

A long time ago, in a small village near the beach in West Sumatra, a woman and her son lived. They were Malin Kundang and her mother. Her mother was a single parent because Malin Kundang's father had passed away when he was a baby. Malin Kundang had to live hard with his mother
.
Malin Kundang was a healthy, dilligent, and strong boy. He usually went to sea to catch fish. After getting fish he would bring it to his mother, or sold the caught fish in the town. One day, when Malin Kundang was sailing, he saw a merchant's ship which was being raided by a small band of pirates. He helped the merchant. With his brave and power, Malin Kundang defeated the pirates. 

The merchant was so happy and thanked to him. In return the merchant asked Malin Kundang to sail with him. To get a better life, Malin Kundang agreed. He left his mother alone. Many years later, Malin Kundang became wealthy. He had a huge ship and was helped by many ship crews loading trading goods. Perfectly he had a beautiful wife too. When he was sailing his trading journey, his ship landed on a beach near a small village. The villagers recognized him. The news ran fast in the town; “Malin Kundang has become rich and now he is here”. An old woman ran to the beach to meet the new rich merchant. She was Malin Kundang’s mother. 

She wanted to hug him, released her sadness of being lonely after so long time. Unfortunately, when the mother came, Malin Kundang who was in front of his well dressed wife and his ship crews denied meeting that old lonely woman. For three times her mother begged Malin Kundang and for three times he yelled at her. At last Malin Kundang said to her "Enough, old woman! I have never had a mother like you, a dirty and ugly woman!" After that he ordered his crews to set sail. He would leave the old mother again but in that time she was full of both sadness and angriness. Finally, enraged, she cursed Malin Kundang that he would turn into a stone if he didn't apologize. Malin Kundang just laughed and really set sail
.
 In the quiet sea, suddenly a thunderstorm came. His huge ship was wrecked and it was too late for Malin Kundang to apologize. He was thrown by the wave out of his ship. He fell on a small island. It was really too late for him to avoid his curse. Suddenly,
he turned into a stone.




Dahulu kala, di sebuah desa kecil dekat pantai di Sumatera Barat, seorang wanita dan anaknya tinggal. Mereka adalah Malin Kundang dan ibunya. Ibunya adalah seorang single parent karena ayah Malin Kundang telah meninggal ketika ia masih bayi. Malin Kundang harus hidup keras dengan ibunya


Malin Kundang adalah, rajin, dan kuat laki-laki yang sehat. Dia biasanya pergi ke laut untuk menangkap ikan. Setelah mendapatkan ikan dia akan membawanya kepada ibunya, atau menjual ikan yang ditangkap di kota. Suatu hari, ketika sedang berlayar Malin Kundang, ia melihat sebuah kapal pedagang yang sedang diserbu oleh sekelompok kecil pembajak.

Dia membantu pedagang. Dengan berani dan kekuasaannya, Malin Kundang mengalahkan bajak laut. Pedagang itu sangat senang dan berterima kasih kepadanya. Sebagai imbalannya pedagang meminta Malin Kundang untuk berlayar bersamanya. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, Malin Kundang setuju. Dia meninggalkan ibunya sendirian. Bertahun-tahun kemudian, Malin Kundang menjadi kaya. Dia memiliki kapal besar dan dibantu oleh banyak awak kapal memuat barang dagangan. Sempurna dia punya istri yang cantik juga.


Ketika ia sedang berlayar perjalanan trading, kapal mendarat di pantai dekat sebuah desa kecil. Penduduk desa mengenalinya. Berita itu berlari cepat di kota, "Malin Kundang telah menjadi kaya dan sekarang dia ada di sini". Seorang wanita tua berlari ke pantai untuk memenuhi saudagar kaya baru. Dia adalah ibu Malin Kundang ini. Dia ingin memeluknya, dirilis kesedihannya menjadi kesepian setelah sekian lama. Sayangnya, ketika ibu datang, Malin Kundang yang berada di depan berpakaian istri dan awak kapalnya membantah pertemuan yang tua wanita kesepian. Selama tiga kali ibunya meminta Malin Kundang dan tiga kali ia berteriak padanya. 

Akhirnya Malin Kundang berkata kepadanya "Cukup, wanita tua! Saya tidak pernah memiliki ibu seperti Anda, wanita kotor dan jelek!" Setelah itu ia memerintahkan kru untuk berlayar. Dia akan meninggalkan ibu tua lagi tapi pada saat itu dia penuh baik kesedihan dan angriness. Akhirnya, marah, dia mengutuk Malin Kundang bahwa ia akan berubah menjadi batu jika dia tidak meminta maaf. Malin Kundang hanya tertawa dan benar-benar berlayar

Di laut yang tenang, tiba-tiba badai datang. Kapal yang besar rusak dan itu terlalu terlambat bagi Malin Kundang untuk meminta maaf. Ia dilemparkan oleh gelombang dari kapalnya. Dia jatuh di sebuah pulau kecil. Itu benar-benar terlambat baginya untuk menghindari kutukan. Tiba-tiba, ia berubah menjadi batu.



Timun Mas

Long time ago in the island of Java, Indonesia, lived a couple of farmer.  They had married for some years but they had no children.  So they prayed to a monster called Buta Ijo to give them children.  Buta Ijo was a ferocious and powerful monster.  He granted their wish on one condition.  When their children had grown up, they had to sacrifice them to Buta Ijo.  He liked eating fresh meat of human being.  The farmers agreed to his condition.  Several months later the wife was pregnant.
She gave birth to a beautiful baby girl.  They named her Timun Emas.  The farmers were happy.  Timun Emas was very healthy and a very smart girl.  She was also very diligent. When she was a teenager Buta Ijo came to their house.  Timun Emas was frightened so she ran away to hide.  The farmers then told Buta Ijo that Timun Emas was still a child.  They asked him to postpone.  Buta Ijo agreed.  He promised to come again.  The following year Buta Ijo came again.  But again and again their parents said that Timun Emas was still a child.
When the third time Buta Ijo came their parents had prepared something for him.  They gave Timun Emas several bamboo needles, seeds of cucumber, dressing and salt.
‘Timun, take these things’
‘What are these things?’
‘These are your weapons.  Buta Ijo will chase you.  He will eat you alive.  So run as fast as you can.  And if he will catch you spread this to the ground.  Now go!’
Timun Emas was scared so she ran as quickly as she could.  When Buta Ijo arrived she was far from home.  He was very angry when he realized that his prey had left.  So he ran to chase her.  He had a sharp nose so he knew what direction his prey ran.
Timun Emas was just a girl while Buta Ijo was a monster so he could easily catch her up.  When he was just several steps behind Timun Emas quickly spread the seeds of cucumber.  In seconds they turned into many vines of cucumber.  The exhausted Buta Ijo was very thirsty so he grabbed and ate them.  When Buta Ijo was busy eating cucumber Timun Emas could run away.
But soon Buta Ijo realized and started running again.  When he was just several steps behind Timun Emas threw her bamboo needles.   Soon they turned into dense bamboo trees. Buta Ijo found it hard to pass.  It took him some time to break the dense bamboo forest.  Meanwhile Timun Emas could run farther.
Buta Ijo chased her again.  When he almost catch her again and again Timun Emas threw her dressing.  This time it turned into a lake.  Buta Ijo was busy to save himself so Timun Emas ran way.  But Buta Ijo could overcome it and continued chasing her.
Finally when Timun Emas was almost caught she threw her salt.  Soon the land where Buta Ijo stood turned into ocean.  Buta Ijo was drowned and died instantly.
Timun Emas was thankful to god and came back to her home.


Timun Mas

Lama waktu yang lalu di pulau Jawa , Indonesia , tinggal beberapa petani . Mereka telah menikah selama beberapa tahun , tetapi mereka tidak punya anak . Jadi mereka berdoa kepada rakasa yang disebut Buta Ijo untuk memberi mereka anak-anak . Buta Ijo adalah rakasa ganas dan kuat . Dia mengabulkan permintaan mereka dengan satu syarat . Ketika anak-anak mereka telah dewasa, mereka harus mengorbankan mereka untuk Buta Ijo . Dia suka makan daging segar manusia . Para petani setuju untuk kondisinya . Beberapa bulan kemudian istri sedang hamil .
Dia melahirkan seorang bayi perempuan cantik . Mereka menamai dia Timun Emas . Para petani senang . Timun Emas sangat sehat dan seorang gadis yang sangat cerdas . Dia juga sangat rajin . Ketika ia masih remaja Buta Ijo datang ke rumah mereka . Timun Emas ketakutan sehingga dia melarikan diri untuk bersembunyi . Para petani kemudian mengatakan Buta Ijo bahwa Timun Emas masih anak-anak. Mereka memintanya untuk menunda . Buta Ijo setuju . Dia berjanji untuk datang lagi . Tahun berikutnya Buta Ijo datang lagi. Tapi lagi dan lagi orang tua mereka mengatakan bahwa Timun Emas masih anak-anak.
Ketika ketiga kalinya Buta Ijo datang orang tua mereka telah mempersiapkan sesuatu untuknya . Mereka memberi Timun Emas beberapa jarum bambu , biji mentimun , saus dan garam .
' Timun , mengambil hal-hal ini '
' Apa ini ? '
' Ini adalah senjata Anda . Buta Ijo akan mengejar Anda . Dia akan makan Anda hidup . Jadi berlari secepat Anda bisa. Dan jika ia akan menangkap Anda menyebarkan ini ke tanah . Sekarang pergi! '
Timun Emas takut sehingga ia berlari secepat yang dia bisa . Ketika Buta Ijo tiba ia jauh dari rumah . Dia sangat marah ketika ia menyadari bahwa mangsanya telah meninggalkan . Jadi dia berlari mengejarnya . Dia memiliki hidung yang tajam sehingga ia tahu apa arah berlari mangsanya .
Timun Emas hanya seorang gadis sementara Buta Ijo adalah rakasa sehingga ia bisa dengan mudah menangkapnya up . Ketika ia hanya beberapa langkah di belakang Timun Emas cepat menyebar benih-benih mentimun . Dalam hitungan detik mereka berubah menjadi banyak tanaman merambat mentimun . The kelelahan Buta Ijo sangat haus sehingga ia meraih dan makan mereka . Ketika Buta Ijo sedang sibuk makan mentimun Timun Emas bisa melarikan diri .
Tapi segera Buta Ijo menyadari dan mulai berlari lagi . Ketika ia hanya beberapa langkah di belakang Timun Emas melemparkan jarum bambu nya . Tak lama kemudian mereka berubah menjadi pohon bambu lebat . Buta Ijo merasa sulit untuk lulus . Ini membawanya beberapa waktu untuk memecahkan hutan bambu lebat . Sementara itu Timun Emas bisa berlari lebih jauh .
Buta Ijo mengejarnya lagi . Ketika ia hampir menangkapnya lagi dan lagi Timun Emas melemparkan riasnya . Kali ini berubah menjadi danau . Buta Ijo sedang sibuk menyelamatkan diri sehingga Timun Emas berlari jalan . Tapi Buta Ijo bisa mengatasinya dan terus mengejarnya .
Akhirnya ketika Timun Emas hampir tertangkap ia melemparkan garam itu . Segera tanah tempat Buta Ijo berdiri berubah menjadi laut . Buta Ijo itu tenggelam dan tewas seketika .
Timun Emas bersyukur kepada Tuhan dan kembali ke rumahnya .



 Roro Jonggrang

Long time ago, there was a kingdom named Prambanan. All the people of Prambanan lived peacefully. But then, Prambanan kingdom was attacked and occupied by the Pengging kingdom. Prambanan then was ruled by Bandung Bondowoso of Pengging kingdom. He was a mean king. He also had great supernatural power. His soldiers were not only humans, but also genies.
The king of Prambanan had a beautiful daughter named Loro Jonggrang. Bandung Bondowoso fell in love with her and wanted to marry her. “You’re very beautiful. Would you be my queen?” asked Bandung Bondowoso. Loro Jonggrang was shocked. She didn’t like Bandung Bondowoso because he was a mean person. She wanted to refuse, but she afraid that Bandung Bondowoso would be angry and endangered the people of Prambanan. Then, she came up with a plan. “If you want to marry me, you have to build a thousand temples for me in just one night,” said Loro Jonggrang. “What? That’s impossible!” said Bandung Bondowoso. But he did not give up. He consulted with his advisor. “Your Majesty can asked the genies to help built the temples,” said the advisor.
So, Bandung Bondowoso summoned his entire genies soldier and commanded them to help him built a thousand temples. The genies worked in unbelievable speed. Meanwhile, Loro Jonggrang heard from her servant that the building of a thousand temples was almost finished. She was so worried. But again, she came up with a great idea. She asked all of her servants to help her. “Please prepare a lot of straw and mortar. Please hurry up!” said Loro Jonggrang. “Burn the straw and make some noise pounding the mortar, quickly.” All those servants did what Loro Jonggrang ordered them; burning straw and pounding the mortar, making the genies think that the sun is going to rise.
“It’s already dawn. We have to go,” said the leader of the genies to Bandung Bondowoso. All the genies immediately stopped their work and ran for cover from the sun, which they afraid of. They didn’t know that the light was from the fire that burning the straw, not from the sun.
Bandung Bondowoso can’t stop the genies from leaving. He was angry. He knew Loro Jonggrang had just tricked him. “You cannot fool me, Loro Jonggrang. I already have 999 temples. I just need one more temple. Now, I will make you the one-thousandth temple.” He pointed his finger to Loro Jonggrang and said some mantras. Magically, Loro Jonggrang’s body turned into stone. Until now, the temple is still standing in Prambanan area, Central Java. And the temple is called Loro Jonggrang temple.


Roro Jonggrang

Lama waktu yang lalu , ada sebuah kerajaan bernama Prambanan . Semua orang dari Prambanan hidup damai . Tapi kemudian , Kerajaan Prambanan diserang dan diduduki oleh kerajaan Pengging . Prambanan kemudian diperintah oleh Bandung Bondowoso Pengging kerajaan . Dia adalah raja berarti . Dia juga memiliki kekuatan gaib yang besar . Tentara -Nya tidak hanya manusia , tetapi juga jin .
Raja Prambanan memiliki seorang putri cantik bernama Loro Jonggrang . Bandung Bondowoso jatuh cinta padanya dan ingin menikahinya . " Kau sangat cantik . Apakah Anda menjadi ratu saya? " Tanya Bandung Bondowoso . Loro Jonggrang terkejut . Dia tidak suka Bandung Bondowoso karena dia orang yang berarti . Dia ingin menolak , tapi dia takut bahwa Bandung Bondowoso akan marah dan membahayakan orang-orang Prambanan . Kemudian , dia datang dengan rencana. " Jika Anda ingin menikah , Anda harus membangun seribu candi untuk saya hanya dalam satu malam , " kata Loro Jonggrang . " Apa? Itu tidak mungkin! " Kata Bandung Bondowoso . Tapi dia tidak menyerah . Dia berkonsultasi dengan penasihat . " Yang Mulia bisa meminta jin untuk membantu membangun kuil , " kata penasehat .
Jadi , Bandung Bondowoso memanggil jin seluruh prajurit dan memerintahkan mereka untuk membantunya membangun seribu candi . Para jin bekerja dalam kecepatan yang luar biasa . Sementara itu, Loro Jonggrang mendengar dari pelayannya bahwa pembangunan seribu candi itu hampir selesai . Dia sangat khawatir . Tetapi sekali lagi, dia datang dengan ide bagus . Dia meminta semua pelayannya untuk membantunya . " Silahkan persiapkan banyak jerami dan mortir . Tolong cepat sedikit ! " Kata Loro Jonggrang . " Membakar jerami dan membuat beberapa kebisingan berdebar mortir , dengan cepat . " Semua hamba-hamba itu melakukan apa Loro Jonggrang memerintahkan mereka , membakar jerami dan menumbuk lesung , membuat jin berpikir bahwa matahari akan meningkat .
" Ini sudah fajar . Kita harus pergi , " kata pemimpin jin ke Bandung Bondowoso . Semua jin segera menghentikan pekerjaan mereka dan berlari untuk berlindung dari matahari , yang mereka takut . Mereka tidak tahu bahwa terang itu dari api yang membakar jerami , bukan dari matahari .
Bandung Bondowoso tidak dapat menghentikan jin meninggalkan . Dia marah . Dia tahu Loro Jonggrang baru saja menipunya . " Anda tidak bisa membodohi saya , Loro Jonggrang . Saya sudah memiliki 999 candi . Aku hanya perlu satu kuil lagi. Sekarang, saya akan membuat Anda candi satu per seribu . " Dia menunjuk jarinya ke Loro Jonggrang dan mengatakan beberapa mantra . Ajaib , tubuh Loro Jonggrang berubah menjadi batu . Sampai saat ini , candi masih berdiri di wilayah Prambanan , Jawa Tengah . Dan candi Loro Jonggrang disebut candi .



The Legend of Rawa Pening
Once upon a time, there was a little poor boy came into a little village. He was very hungry and weak. He knocked at every door and asked for some food, but nobody cared about him. Nobody wanted to help the little boy.
Finally, a generous woman helped him. She gave him shelter and a meal. When the boy wanted to leave, this old woman gave him a lesung;, a big wooden mortar for pounding rice. She reminded him, please remember, if there is a flood you must save yourself.
Use this lesung; as a boat;. The lesung; was happy and thanked the old woman.The little boy continued his journey. While he was passing through the village, he saw many people gathering on the field. The boy came closer and saw a stick stuck in the ground. People challenged each other to pull out that stick. Everybody tried, but nobody succeeded. Can I try?; asked the little boy. The crowd laughed mockingly. The boy wanted to try his luck so he stepped forward and pulled out the stick. He could do it very easily. Everybody was dumbfounded.
Suddenly, from the hole left by stick, water spouted out. It did not stop until it flooded the village. And no one was saved from the water except the little boy and the generous old woman who gave him shelter and meal. As she told him, he used the lesung; as a boat and picked up the old woman. The whole village became a huge lake. It is now known as Rawa Pening Lake in Salatiga, Central Java, Indonesia.

Terjemahan The Legend of Rawa Pening
Sekali waktu, ada seorang anak kecil yang malang datang ke sebuah desa kecil. Dia sangat lapar dan lemah. Dia mengetuk setiap pintu dan meminta beberapa makanan, tetapi tidak ada yang peduli tentang dia. Tidak ada yang ingin membantu anak kecil.
Akhirnya, seorang wanita yang murah hati membantunya. Dia memberinya tempat tinggal dan makan. Ketika anak itu ingin pergi, wanita tua ini memberinya lesung ;, lesung kayu besar untuk menumbuk padi. Dia mengingatkan, harap diingat, jika ada banjir Anda harus menyelamatkan diri.
Gunakan lesung ini; sebagai perahu ;. Lesung; senang dan berterima kasih kepada woman.The anak kecil berusia melanjutkan perjalanannya. Sementara ia melewati desa, ia melihat banyak orang berkumpul di lapangan. Anak itu mendekat dan melihat tongkat terjebak di dalam tanah. Orang menantang satu sama lain untuk menarik keluar tongkat itu. Semua orang mencoba, tapi tidak ada yang berhasil. Bisakah saya mencoba?; tanya anak kecil. Kerumunan tertawa mengejek. Anak itu ingin mencoba peruntungannya jadi dia melangkah maju dan mengeluarkan tongkat. Dia bisa melakukannya dengan sangat mudah. Semua orang tercengang.
Tiba-tiba, dari lubang yang ditinggalkan oleh tongkat, air menyembur keluar. Ini tidak berhenti sampai membanjiri desa. Dan tidak ada yang selamat dari air kecuali anak kecil dan wanita tua yang murah hati yang memberinya tempat tinggal dan makan. Saat ia mengatakan kepadanya, ia menggunakan lesung tersebut; sebagai perahu dan mengambil wanita tua. Seluruh desa menjadi sebuah danau besar. Hal ini sekarang dikenal sebagai Danau Rawa Pening di Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia.



The Legend of Tangkuban Perahu Mountain
Once, there was a kingdom in Priangan Land. Lived a happy family. They were a father in form of dog,his name is Tumang, a mother which was called is Dayang Sumbi, and a child which was called Sangkuriang.
One day, Dayang Sumbi asked her son to go hunting with his lovely dog, Tumang. After hunting all day, Sangkuriang began desperate and worried because he hunted no deer. Then he thought to shot his own dog. Then he took the dog liver and carried home.
Soon Dayang Sumbi found out that it was not deer lever but Tumang’s, his own dog. So, She was very angry and hit Sangkuriang’s head. In that incident, Sangkuriang got wounded and scar then cast away from their home.
Years go bye, Sangkuriang had travel many places and finally arrived at a village. He met a beautiful woman and felt in love with her. When they were discussing their wedding plans, The woman looked at the wound in Sangkuriang’s head. It matched to her son’s wound who had left severall years earlier. Soon she realized that she felt in love with her own son.
She couldn’t marry him but how to say it. Then, she found the way. She needed a lake and a boat for celebrating their wedding day. Sangkuriang had to make them in one night. He built a lake. With a dawn just moment away and the boat was almost complete. Dayang Sumbi had to stop it. Then, she lit up the eastern horizon with flashes of light. It made the cock crowed for a new day.
Sangkuriang failed to marry her. She was very angry and kicked the boat. It felt over and became the mountain of Tangkuban Perahu Bandung.


Terjemahan The legend of Tangkuban Perahu Mountain
Suatu masa, ada sebuah kerajaan di tanah Priangan. Tinggalla seubah keluarga yang bahagia. Mereka adalah ayah dalam bentuk anjing, namanya Tumang, seorang ibu yang disebut adalah Dayang Sumbi, dan seorang anak yang disebut Sangkuriang.
Suatu hari, Dayang Sumbi meminta anaknya untuk pergi berburu dengan anjing kesayangannya, Tumang. Setelah berburu sepanjang hari, Sangkuriang mulai putus asa dan khawatir karena ia diburu ada rusa. Kemudian ia berpikir untuk menembak anjingnya sendiri. Kemudian ia mengambil hati anjing dan dibawa pulang.
Segera Dayang Sumbi menemukan bahwa itu tidak tuas rusa tapi Tumang itu, anjingnya sendiri. Jadi, Dia sangat marah dan memukul kepala Sangkuriang ini. Dalam insiden itu, Sangkuriang mendapat terluka dan bekas luka kemudian dilemparkan jauh dari rumah mereka.
Tahun pergi bye, Sangkuriang memiliki banyak tempat wisata dan akhirnya tiba di sebuah desa. Dia bertemu seorang wanita cantik dan merasa jatuh cinta padanya. Ketika mereka sedang mendiskusikan rencana pernikahan mereka, Wanita itu menatap luka di kepala Sangkuriang ini. Ini cocok untuk luka anaknya yang telah meninggalkan tahun severall sebelumnya. Segera dia menyadari bahwa dia merasakan jatuh cinta dengan anaknya sendiri.
Dia tidak bisa menikah dengannya tetapi bagaimana mengatakannya. Kemudian, ia menemukan jalan. Dia membutuhkan sebuah danau dan perahu untuk merayakan hari pernikahan mereka. Sangkuriang harus membuat mereka dalam satu malam. Dia membangun sebuah danau. Dengan fajar sesaat pergi dan perahu hampir selesai. Dayang Sumbi harus menghentikannya. Kemudian, ia menyala ufuk timur dengan kilatan cahaya. Hal itu membuat ayam berkokok untuk hari baru.
Sangkuriang gagal menikahinya. Dia sangat marah dan menendang perahu. Rasanya lebih dan menjadi gunung Tangkuban Perahu Bandung.



The Legend of Kesodo Feast in Mount Bromo
Hundreds years ago, the last king of Majapahit had a young princess from one of his wives. The princess was named Roro Anteng. Later, Roro Anteng married Joko Seger, who came from Brahman caste.
Because of unfortunate situation the couple was forced to leave the kingdom. They settled in the mountain area. They ruled the area and named it Tengger, which was derived from their names, Roro Anteng and Joko Seger.
After several years of reign, the region flourished in prosperity, but Roro Anteng and Joko Seger were sad because they did not have a child. They climbed the top of mountain and prayed there night and day hoping that the God would listen. The prayer was heard and Betoro Bromo promised to give them many children. However, they had to promise that they would sacrifice their youngest child in return.
Roro Anteng  gave birth to a child, then another and another. In the end, Roro Anteng and Joko Seger had 25 children. Soon it was time to sacrifice the youngest child , Kusuma, but the parents could not do it. They tried to hide him, but an eruption happened and Kusuma fell into the crater. There was silence before they heard a voice. “I have to be sacrificed so that you will all stay alive. From now on, you should arrange an annual offering ceremony on the 14th of Kesodo (the twelfth month of Tengerese calendar)”. It was Kusuma’s voice. Kusuma’s brothers and sisters held the offering ceremony every year. Instead of human being, they collected fruits, vegetables, rice, and meat to be off to the Gods. And this has been done generation after generation until today.


Terjemahan The legend of Kesodo Feast in Mount Bromo
Ratusan tahun yang lalu, raja terakhir Majapahit memiliki seorang putri muda dari salah satu istrinya. Sang putri bernama Roro Anteng. Kemudian, Roro Anteng menikah Joko Seger, yang berasal dari kasta Brahmana.
Karena situasi yang tidak menguntungkan pasangan terpaksa meninggalkan kerajaan. Mereka menetap di daerah pegunungan. Mereka memerintah daerah dan menamakannya Tengger, yang berasal dari nama mereka, Roro Anteng dan Joko Seger.
Setelah beberapa tahun pemerintahannya, wilayah ini berkembang di kemakmuran, tapi Roro Anteng dan Joko Seger yang sedih karena mereka tidak memiliki anak. Mereka naik puncak gunung dan berdoa di sana malam hari berharap bahwa Tuhan akan mendengarkan. Doa terdengar dan Betoro Bromo berjanji untuk memberi mereka banyak anak. Namun, mereka harus berjanji bahwa mereka akan mengorbankan anak bungsu mereka sebagai imbalan.
Roro Anteng melahirkan seorang anak, kemudian dan lain lain. Pada akhirnya, Roro Anteng dan Joko Seger memiliki 25 anak. Segera itu waktu untuk mengorbankan anak bungsu, Kusuma, tetapi orang tua tidak bisa melakukannya. Mereka mencoba untuk menyembunyikannya, tapi letusan terjadi dan Kusuma jatuh ke kawah. Ada keheningan sebelum mereka mendengar suara. “Saya harus dikorbankan sehingga Anda akan semua tetap hidup. Mulai sekarang, Anda harus mengatur persembahan upacara tahunan pada tanggal 14 Kesodo (bulan kedua belas kalender Tengerese) “. Itu suara Kusuma. Saudara-saudara Kusuma diadakan upacara korban setiap tahun. Alih-alih manusia, mereka mengumpulkan buah-buahan, sayuran, beras, dan daging untuk pergi ke Dewa. Dan ini telah dilakukan dari generasi ke generasi hingga saat ini.



The legend of Lau Kawar Lake
It was a beautiful day. Everybody in the Kawar village was happy. The farmers had just had their best harvest. The villagers were planning to hold a party to celebrate the good harvest. On one beautiful day, all the villagers gathered in a field. They wore beautiful dresses and made delicious food. Everybody was having good times! They were singing, laughing and, of course, eating delicious food.
Did everyone go to the party? Unfortunately, there was one old woman still staying at her house. She was too old and weak to go to the party. Her son, her daughter-in-law, and her grandchildren all went to the party. At home, the old woman felt very sad and lonely. She was very hungry too. She tried to find some food in the kitchen, but she was very disappointed. Her daughter-in-law did not cook that day. At the party, the son asked her wife, “Why don’t you take some food from the party and give it to my mom? Ask our son to deliver it.” Then the little boy brought the food to her grandmother. The old woman was so happy. But her happiness turned into sadness when she saw the food was not in a good condition. It seemed that someone had eaten the food. She just got little rice and fish bones.
The old woman was very sad. She thought bad things about her son. The old woman did not know that it was her grandson who had eaten the food on the way from the party to the house. She cursed her son. Then, a terrible thing happened. There was a great earthquake! Thunders struck the village. And heavy rains started to fall. All the villagers were so scared. They wanted to save themselves. They tried to find shelters. Slowly, the field turned into a lake. The lake was getting bigger and bigger, and finally the whole village turned into a big lake. People then named the lake Lau Kawar



Terjemahan The Legend of Lau Kawar Lake
Saat itu adalah hari yang indah. Semua orang di desa Kawar senang. Para petani baru saja panen terbaik mereka. Para penduduk desa berencana untuk mengadakan pesta untuk merayakan panen yang baik. Pada satu hari yang indah, semua penduduk desa berkumpul di lapangan. Mereka mengenakan gaun indah dan membuat makanan lezat. Semua orang memiliki waktu yang baik! Mereka bernyanyi, tertawa dan, tentu saja, makan makanan lezat.
Apakah setiap orang pergi ke pesta? Sayangnya, ada satu wanita tua masih tinggal di rumahnya. Dia sudah terlalu tua dan lemah untuk pergi ke pesta. Anaknya, putri-di-hukum, dan cucu-cucunya semua pergi ke pesta. Di rumah, wanita tua merasa sangat sedih dan kesepian. Dia sangat lapar juga. Dia mencoba untuk menemukan beberapa makanan di dapur, tapi dia sangat kecewa. Putri-mertuanya tidak memasak hari itu. Di pesta itu, anak itu bertanya istrinya, “Mengapa Anda tidak mengambil beberapa makanan dari partai dan memberikannya kepada ibuku? Meminta anak kami untuk menyampaikan hal itu. “Kemudian anak kecil membawa makanan ke neneknya. Wanita tua itu sangat senang. Tapi kebahagiaannya berubah menjadi kesedihan saat melihat makanan yang tidak dalam kondisi yang baik. Tampaknya bahwa seseorang telah dimakan makanan. Dia hanya mendapat sedikit nasi dan ikan tulang.
Wanita tua itu sangat sedih. Dia berpikir hal-hal buruk tentang anaknya. Wanita tua tidak tahu bahwa itu adalah cucunya yang makan makanan dalam perjalanan dari partai ke rumah. Dia mengutuk anaknya. Kemudian, hal yang mengerikan terjadi. Ada gempa bumi yang dahsyat! Thunders melanda desa. Dan hujan lebat mulai turun. Semua penduduk desa sangat takut. Mereka ingin menyelamatkan diri. Mereka mencoba untuk menemukan tempat penampungan. Perlahan-lahan, lapangan berubah menjadi danau. Danau itu semakin besar dan besar, dan akhirnya seluruh desa berubah menjadi danau besar. Orang kemudian bernama Danau Lau Kawar.



The legend of Telaga Warna
Long time ago, there was a kingdom in West Java. The kingdom was ruled by a king named His Majesty Prabu.
Prabu was a kind and wise king. But it was a pity that Prabu and his queen hadn’t got any children. The queen often cried. That was why Prabu went to the jungle. There he prayed to God every day, begging for a child.
A few months later, the queen got pregnant. Nine months later, a princess was born. Prabu and Queen loved their beautiful daughter so much. They gave whatever she wanted. It made Princess turn into a very spoiled girl.
One day, the princess celebrated her 17th birthday party. Many people gathered in the palace. Then, Prabu took out a necklace which was made from gold and jewel.
“My beloved daughter, today I give you this necklace. Please, wear this necklace,” said Prabu.
“I don’t want to wear it! It’s ugly!” shouted the princess. Then she threw the necklace. The beautiful necklace was broken. The gold and jewels were spread out on the floor. Everybody couldn’t say anything. They never thought that their beloved princess would do that cruel thing. In their silence, people heard the queen crying. Every woman felt sad and began crying, too. Then, everybody was crying. Then, there was a miracle. Earth was crying.
Suddenly, from the underground, a spring emerged. It made a pool of water. Soon, the place became a big lake. The lake finally sank the kingdom.
Nowadays, people called the lake “Telaga Warna”. It means “Lake of Color”. On a bright day, the lake is full of color. These colors come from shadows of forest, plants, flowers, and sky around the lake. But some people said that the colors are from the princess’s necklace, which spreads at the bottom of the lake.

Terjemahan The Legend of Telaga Warna
Dulu sekali, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat. Kerajaan itu diperintah oleh seorang raja bernama Mulia Prabu.
Prabu adalah baik dan raja yang bijaksana. Tapi itu disayangkan bahwa Prabu dan ratu tidak punya anak. Ratu sering menangis. Itulah sebabnya Prabu pergi ke hutan. Di sana ia berdoa kepada Tuhan setiap hari, memohon untuk anak.
Beberapa bulan kemudian, sang ratu hamil. Sembilan bulan kemudian, seorang putri lahir. Prabu dan Ratu mencintai putri mereka yang indah begitu banyak. Mereka memberi apa pun yang diinginkannya. Hal itu membuat Putri berubah menjadi seorang gadis yang sangat manja.
Suatu hari, sang putri merayakan pesta ulang tahun ke-17 nya. Banyak orang berkumpul di istana. Kemudian, Prabu mengambil sebuah kalung yang terbuat dari emas dan permata.
“Putri saya tercinta, hari ini aku berikan kalung ini. Silakan, memakai kalung ini,” kata Prabu.
“Saya tidak ingin memakainya! Ini jelek!” teriak sang putri. Kemudian ia melemparkan kalung itu. Kalung indah rusak. Emas dan perhiasan yang tersebar di lantai. Semua orang tidak bisa mengatakan apa-apa. Mereka tidak pernah berpikir bahwa putri kesayangan mereka akan melakukan hal yang kejam. Dalam keheningan mereka, orang-orang mendengar ratu menangis. Setiap wanita merasa sedih dan mulai menangis. Kemudian, semua orang menangis. Kemudian, ada keajaiban. Bumi menangis.
Tiba-tiba, dari bawah tanah, mata air muncul. Hal itu membuat genangan air. Segera, tempat ini menjadi danau besar. Danau itu akhirnya tenggelam kerajaan.
Saat ini, orang yang disebut danau “Telaga Warna”. Ini berarti “Danau Warna”. Pada hari yang cerah, danau ini penuh warna. Warna-warna ini berasal dari bayangan hutan, tanaman, bunga, dan langit di sekitar danau. Tetapi beberapa orang mengatakan bahwa warna adalah dari kalung putri, yang menyebar di dasar danau.

Sumber :
http://www.carabelajarbahasainggrisoke.com
https://englishadmin.com

0 Response to "10 Contoh Legenda Bahasa Inggris dan Terjemahannya Lengkap"

Post a Comment